Soal Kernel Oil, Inilah Klarifikasi Ditjen Migas

RR
Oleh Ranto Rajagukguk
Minggu 18 Agustus 2013
share
kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) non aktif Rudi Rubiandini - (Foto: inilah.com/Agus Priatna)

INILAH.COM, Jakarta - Ditjen Migas Kementerian ESDM mengklarifikasi kasus suap yang menyeret Kepala SKK Migas Migas Rudi Rubiandini. Seperti apa?

Ditjen Migas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) angkat bicara atas kasus suap yang menyeret kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) non aktif Rudi Rubiandini oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Suap yang dilakukan oleh PT Kernel Oil, perusahaan asal Singapura itu diyakini tidak ada sangkut pautnya dengan Ditjen Migas Kementerian ESDM.

"Sehubungan dengan adanya pemberitaan di media, Ditjen Migas migas merupakan institusi lingkup Kementerian ESDM yang menerbitkan izin usaha keigatan hilir migas seperti produk kilang minyak solar, minyak bakar, bensin dengan RON tertentu," demikian seperti dikutip situs Kementerian ESDM, Minggu (18/6/2013).

Sedangkan untuk penunjukkan penjual minyak bumi (crude oil) hasil kegiatan usaha hulu migas menjadi tugas SKK Migas sesuai keputusan Kepala BP Migas No KPTS-20/BP00000/2003-SO tanggal 15 April 2013 tentang Pedoman Tata Kerja Penunjukan Penjual Minyak Mentah/Kondensat Bagian Negara.

"Serta sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No 9 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 3 huruf (g) yang menyatakan bahwa SKK Migas menyelenggarakan fungsi menunjuk penjual minyak bumi dan/atau gas bumi bagian negara yang dapat memberikan keuntungan sebesar-besarnya bagi negara."

Seperti diketahui, Rudi ditangkap oleh KPK dengan tudingan penyuapan. Dana yang diterima Rudi menurut laporan KPK mencapai US$700 ribu. [jin]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA