Apindo Pertanyakan Maraknya Transaksi Dolar AS

EK
Oleh Emanuel Kure
Rabu 28 Agustus 2013
share
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi - (Foto:istimewa)

INILAH.COM, Jakarta - Banyaknya transaksi yang menggunakan dolar AS disinyalir memicu ambruknya rupiah. Sampai pedagang kelas ecek-ecek saja, transaksinya dalam dolar AS.

Menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi, pemerintah harus segera menertibkan masalah ini.

Lihat saja, transaksi di Mangga Dua saja sudah pakai dolar. Padahal sudah ada UU yang mengatur transaksi menggunakan mata uang kita, tegasnya dalam rapat dengan Komisi Komisi VI DPR di Gedung DPR-RI, Jakarta, Rabu,(28/08/2018).

Masalah ini, menurutnya, harus segera ditertibkan. Apalagi, transaksi dengan menggunakan mata uang Indonesia sudah memiliki payung hukum yang cukup kuat yakni UU. Bukan Keputusan Presiden (Kepres) atau Peraturan Presiden (Perpres).

Sekarang kalau orang beli sesuatu pakai dolar melulu, bahkan pedagang di pasar juga pakai dolar dalam bertransaksi. Kondisi ini, membuat rupiah tidak akan banyak beredar di pasar.

Sinyalemen yang diungkap Sofyan itu, tentunya bisa dibenarkan juga. Bahwa minat pelaku pasar untuk bertransaksi menggunakan dolar AS, cukup besar. Namun, Sofyan mungkin lupa bahwa dolar AS juga diminati untuk transaksi gelap berupa sogok atau suap. Yang belakangan banyak diungkap KPK.[ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA