Inilah Dampak Sentimen Negatif Krisis Suriah

WM
Oleh Wahid Ma'ruf
Rabu 28 Agustus 2013
share
(Foto:istimewa)

INILAH.COM, Hong Kong - Krisis yang terjadi di Suriah telah merontokkan bursa saham global dalam dua hari terakhir.

Investor khawatir AS akan segera melakukan aksi militer ke negeri tersebut. AS dan sekutunya menduga pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia terhadap warga sipil.

Ketegangan di Suriah telah meningkat dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah AS menduga kuat Suriah telah menggunakan senjata kimia terhadap warga sipil. Mereka telah berjuang menumbangkan rezim Presiden Bashar Assad selama dua tahun terakhir. Salah satu bukti yang menjadi pegangan adalah sebanyak 1.300 warga Suriah meninggal dalam sehari.

Dari tren tersebut, analis menilai risiko geopolitik telah menggeser data ekonomi dan spekulasi Fed AS mengurangi kebijakan stimulus moneter di bulan September maupun akhir tahun ini. "Sejak Selasa kemarin menjadi contoh bagaimana ketegangan politik lebih kuat dari pada data ekonomi dan menggagalkan tren yang ada," kata Desmond Chua, analis di CMC Markets.

Demikian juga, bursa Eropa mengikuti pelemahan di Asia meskipun masih terbatas. "Ada begitu banyak ketidakpastian dan Suriah bukan hanya peristiwa rekayasa. Anda harus memiliki kemampuan yang kuat untuk tetap bertahan di bursa dalam kondisi seperti ini," kata Hugh Johnson dari Hugh Johnson Advisors seperti mengutip cbbc.com.

Reaksi AS inilah yang memicu investor melakukan aksi jual di bursa saham, memicu kenaikan harga minyak mentah serta mendongkrak harga aset save havens seperti Treasury dan emas. Tidak ketinggalan yen Jepang juga mengalami reli.

Berikut ini penjelasannya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA