Trisula Akuisisi Brand BONDS Senilai Rp20M

ST
Oleh Seno Tri Sulistiyono
Rabu 28 Agustus 2013
share
(Foto : inilah.com)

INILAH.COM, Jakarta - PT Trisula Internatiomal Tbk (TRIS) mengakuisisi brand terkenal asli Australia yang bernama BONDS, dengan nilai investasi sebesar Rp 15-20 miliar. BONDS merupakan merek pakaian dan active wear.

Direktur Utama Trisula, Lisa Tjahjadi mengatakan, Merek BONDS ini memiliki pengguna loyal dari berbagai kalangan, mulai dari profesional sampai ke gadis pantai. Merujuk kepada hasil survei di Australia, rata-rata setiap keluarga Australia memiliki tujuh produk BONDS.

Menurut Lisa, brand ini merajai pasar di Australia dengan total lokal penjualan tersebar di lebih dari 110 store. Selain itu, BONDS juga sudah masuk pasar UK dengan penjualannya dilakukan melalui John Lewis Dept Store UK, dengan total penjualan sebanyak 10 buah.

"Kami berharap dengan mengakuisisi brand baru ini bisa memberikan kontribusi terhadap pendapatan Perseroan kedepannya," ujar Lisa saat paparan kinerja semester pertama 2013 di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/8/2013).

Lebih lanjut Lisa mengatakan, setelah BONDS) perseroan juga sedang mengkaji rencana mengakuisisi dua brand baru lagi asal luar negeri. "Kami punya rencana untuk mengakuisisi 2 brand baru lagi. Kemungkinanan rencana akuisisi itu akan direalisasikan pada tahun 2014 depan," ucap dia.

Sementara itu Corporate Secretary Trisula, Marcus Brotoatmodjo mengatakan, perseroan saat ini sedang dalam tahap akhir perencanaan gerai pertama BONDS yang akan dibuka di akhir tahun 2013 atau selambat-lambatnya awal tahun 2014 mendatang. "Kami memiliki rencana akan membuka gerai BONDS dalam lima tahun mendatang," ucap Marcus ditempat yang sama.

Selain itu Lisa mengatakan, dana belanja modal (capex) yang sudah terserap pada semester pertama tahun ini sekitar Rp13 miliar atau 60% dari total keseluruhanya Rp20 miliar. "Penggunaan dana paling besar untuk bangun toko, tahun ini perseroan menargetkan memiliki toko sebanyak 280. Kalau tahun ini, bangun 20 toko," ucap Lisa. [mel]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA