Pasar Menanti Hasil Inspeksi PBB atas Suriah

AM
Oleh Ahmad Munjin
Rabu 28 Agustus 2013
share
(Foto:inilah.com)

INILAH.COM, Jakarta IHSG berhasil mendarat pada teritori positif tapi rupiah masih di zona merah. Pasar masih menanti hasil inspeksi PBB atas dugaan senjata kimia di Suriah. Seperti apa?

Analis senior Monex Investindo Futures, Albertus Christian mengatakan, rupiah masih melemah tapi sudah mulai terbatas dan tidak liar seperti pelemahan sebelumnya. Kondisi ini, seiring meredanya kecemasan geopolitik di Suriah soal isu invasi AS ke negara tersebut.

Sebab, kata dia, masih ada tentangan dari Liga Arab atas invasi tersebut. Pemimpin Liga Arab menyatakan, serangan negara-negara Barat ke Suriah tidak akan didukung oleh Arab tanpa persetujuan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). "Sepanjang perdagangan, rupiah mencapai level terlemahnya 10.950 setelah mencapai level terkuatnya 10.890 dari posisi pembukaan 10.900 per dolar AS," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (28/8/2013).

Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (28/8/2013) ditutup melemah 30 poin (0,27%) ke posisi 10.930/10.960 dari posisi kemarin 10.900.

Sementara itu, lanjut Christian, tim inspeksi PBB baru tiba di Suriah untuk menyelidiki pengunaan senjata kimia terhadap warga sipil. "Karena itu, masih ada kemungkinan pihak sekutu menunda intervensi militernya ke Suriah sehingga ada kejelasan dari hasil inspeksi PBB," ujarnya.

Hanya saja, lanjut dia, tidak tertutup kemungkinan, eskalasi konflik di Suriah bisa meningkat pada September 2013. "Untuk sementara ini mereda terlebih dahulu," tuturnya. "Apalagi, di dalam negeri banyak utang jatuh tempo dalam denominasi rupiah jelang berakhirnya Agustus ini."

Selabihnya, rupiah juga mendapat tekanan negatif dari data consumer confidence AS yang dirilis positif semalam di luar estimasi menjadi 81,5. Angka ini melampaui estimasi 79,6. "Begitu juga dengan indeks manufaktur kawasan Richmond yang justru melejit ke 14 dari bulan sebelumnya -11," timpal dia.

Data-data tersebut, mengindikasikan stabilnya perbaikan tenaga kerja AS sehingga menjadi konfirmasi adanya keyakinan berbagai bisnis rumah tangga yang dirilis. "Selain itu, indeks manufaktur mulai mengalami kenaikan," tuturnya.

Membaiknya data-data terebut, juga mengurangi divergensi yang tampak sebelumnya di mana kenaikan data tenaga kerja AS yang solid masih diragukan akibat divergensi dengan aktivitas manufaktur yang masih melemah. "Divergensi yang berkurang, memperkuat dugaan pasar akan segera dilakukan tapering (pengurangan stimulus) oleh The Fed sehingga sentimen secara keseluruhan sebenarnya masih memperkuat dolar AS," tuturnya.

Alhasil, dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS menguat 0,15% ke posisi 81,37 dari sebelumnya 81,15. "Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan menguat ke US$1,3366 dari sebelumnya US$1,3389 per euro," imbuh Christian.

Dari bursa saham, Satrio Utomo, kepala riset PT Universal Broker Indonesia mempertanyakan, apakah Anda sudah cut loss sore ini. "Ini barusan kita diberi kesempatan untuk cut loss. Saya saja cut loss PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP.JK) di Rp18.500 dan 18.550, tapi sudah saya buyback lagi di Rp18.050," ujarnya.

Pada perdagangan Rabu (28/8/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) ditutup menguat 58,63 poin (1,48%) ke posisi 4.026,475. Intraday terendah 3.837,735 dan tertinggi 4.033,611.

Satrio mengaku memang sengaja punya posisi nyangkut 3 lot INTP agar ingat terus, bahwa koreksi ini untuk beli bukan untuk panik. "Anda sudah memanfaatkan kenaikan barusan untuk cut loss? Atau, jangan-jangan anda sudah cut loss tadi pagi ketika ISHG di bawah 3.900. Sial sekali kalau hal yang terakhir itu tadi yang Anda lakukan," timpal dia.

Lebih jauh dia menjelaskan, indeks Hang Seng masih ditutup dengan sinyal negatif. Di bawah support kuat di 21.538. "Dow Jones Futures memang naik, tapi kita banyak sentimen negatif yang masih tersisa, seperti angka inflasi, kemungkiann BI Rate naik, plus pemerintah yang belum sensitif dan berlamban-lamban terhadap pemecahan krisis," tandas Satrio.

Satrio sendiri, tetap bertahan dalam posisi mostly cash. "Saya enggak beli saham hari ini, kecuali kalau IHSG ditutup di atas resistance pertama 4.050," ucapnya. "Bagi saya, lebih baik terlambat daripada keliru. Dengan semua sentimen negatif yang ada, saya tetap berusaha untuk play safe."

Apakah 3.837 tadi adalah bottom? Menurut Satrio, bottom tersebut terjadi atau terkonfirmasi, hanya jika terjadi penembusan resistance. "Selama tidak ada penembusan resistance, berarti bottom belum tercapai. Yang penting, level terendah IHSG hari ini, masih di sekitar 1,5% di bawah level 3.900 yang merupakan salah satu dari support saya," imbuhnya. [jin]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA