Menkeu Berharap BI Naikan BI Rate?

WI
Oleh Wiyanto
Rabu 28 Agustus 2013
share
Menteri Keuangan Muhamad Chatib Basri - (Foto:inilah.com)

INILAH.COM, Jakarta - Menteri Keuangan Muhamad Chatib Basri mendorong Bank Indonesia (BI) memiliki paket kebijakan ekonomi yang lebih "greget" atas pelemahan rupiah dan anjloknya IHSG.

Menurut Menkeu, kebijakan penaikan BI Rate merupakan kebijakan BI. Pemerintah tidak bisa intervensi, namun setidaknya BI dapat memahami kondisi gejolak ekonomi yang melanda indonesia. Agaknya itu merupakan isyarat pemerintah kepada BI agar BI Rate atau suku bunga dinaikan. Bulan lalu, BI rate berada di level 6,5%.

Meskipun demikian, Menkeu tidak mau mengatakan Indonesia mengalami krisis. "BI ada time deposit dolarnya ditaruh. Tingkat bunga sepenuhnya independensi BI. Tapi BI mengerti yang berkembang pada pasar keuangan," ujar Menkeu di Jakarta, Rabu (28/8/2013).

Sementara untuk stok market, Menkeu menyerahkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menindak lanjuti. OJK sendiri sudah mengeluarkan paket kebijakan bayback tanpa menunggu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

"Stok market dari segi OJK, saya tentu tidak bisa bicara. Jangka pendek IHSG sebetulnya turun, tapi naik lagi tentu sangat slow down. Namun dibantu dengan rencana pemerintah kedepan berupa paket kebijakan ekonomi," katanya.

Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mengadakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan tambahan pada Kamis (29/8/2013). RDG bulanan ini tidak menggantikan RDG Bulanan reguler yang tetap akan diselenggarakan pada Kamis (12/9/2013) mendatang.

Adapun RDG Bulanan tambahan ini membahas evaluasi kondisi ekonomi moneter dan perbankan terkini. [hid]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA