Pemerintah Diminta Mendidik Rakyat Tak Konsumtif

AR
Oleh Agus Rahmat
Kamis 29 Agustus 2013
share
Pengamat kebijakan publik, M.Misbakhun - (Foto:inilah.com)

INILAH.COM, Jakarta - Terlalu konsumtifnya masyarakat, mengakibatkan melemahnya rupiah terhadap dollar Amerika Serikat begitu terasa di masyarakat.

Pengamat kebijakan publik, M.Misbakhun menilai, di tengah masalah perekonomian saat ini yang bergejolak, harusnya pemerintah mendorong masyarakat tidak konsumtif melalui kebijakan-kebijakannya.

"Sudah cukuplah kebijakan yang membasiskan perekonomian pada konsumsi. Mari dorong rakyat Indonesia menjadi produsen, tak jadi konsumen semata," jelas Misbakhun, Jakarta, Rabu (28/8/2013).

Menurut Misbakhun, pemerintah perlu belajar pada Tiongkok. Pemerintah Tiongkok mampu menjaga masyarakat dan mata uangnya untuk mendorong masyarakat giat melakukan proses produksi.

"Sekarang, tak perlu seperti Pemerintah Tiongkok. Pemerintah Indonesia tak perlu melakukan apapun untuk membuat harga rupiah rendah dibanding dolar. Cukup lakukan shift kebijakan mendorong sektor produksi," beber Misbakhun.

Caleg Golkar ini menilai, melemahnya Rupiah bisa dijadikan momentum untuk mengembangkan sektor produksi dan kegiatan usaha kecil menengah (UKM).

Penurunan nilai rupiah sudah terbukti membuat kaget segelintir pelaku industri besar, importir. Sementara di sisi lain, pelaku di produk-produk UKM seperti industri kerajinan dan produk pangan hasil olahan rumah, justru diuntungkan dengan situasi itu.

"Karena dengan orientasi pasar ekspor, mereka menikmati berkah karena barangnya dijual dengan harga dolar," katanya.

"Ini berarti, tidak perlu Pemerintah terlalu larut untuk menaikkan nilai rupiah. Justru ini berkah sehingga Indonesia diarahkan mengembangkan sektor produksi," tandas Caleg Partai Golkar dapil Jatim 2 ini. [ton]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA