Emas Jadi Aset Safe Haven Lagi

WM
Oleh Wahid Ma'ruf
Kamis 29 Agustus 2013
share
Emas - (Foto:inilah.com)

INILAH.COM, New York - Harga emas berjangka telah naik lebih dari 4 persen pada pekan lalu. Emas telah meninggalkan level terendah di US$1.180 per troy ons pada akhir Juni lalu.

Investor memegang emas lagi sebagai aset safe haven dengan munculnya kekhawatiran terjadinya aksi militer AS di Suriah. Walaupun sentimen Suriah justru melemahkan bursa saham global.

Harga emas telah pulih dengan menguat setelah cukup tertekan di bulan Juni. Saat itu, pelemahan merupakan akibat sentimen negatif dari spekulasi kelanjutan stimulus moneter The Fed. Selain itu juga investor menunggu hasil pembahasan soal batas atas utang AS.

Menurut analis di BullionVault, Adrian Ash, sejak April 1968 telah terjadi siklus 3 bulanan. Artinya tiga bulan melemah bisa mencapai 24 persen. Namun setelah itu menguat lagi selama tiga bulan ke depan hingga rata-rata naik 20,7%. Demikian mengutip cnbc.com.

Emas sebagai aset riil sering menjadi aset pengaman saat gejolak ekonomi dan politik. Peningkatan risiko politik selama beberapa pekan terakhir telah mendorong investor melihat emas sebagai safe haven.

Menurut ekonom Capital Economics, Jessica Hinds untuk menjadikan emas sebagai aset safe haven memiliki dua syarat. Pertama, negara maju sedang melakukan pelonggaran moneter. Seperti di AS saat ini The Fed sedang melakukan program pembelian aset melalui quantitative easing (QE). Kedua karena permintaan emas yang kuat dari rumah tangga dan bank sentral di negara berkembang.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA