Pencurian di Museum Nasional

Polisi: Ada Pihak Yang Pesan Artefak dari Museum

AF
Oleh Ahmad Farhan Faris
Jumat 20 September 2013
share
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto - (Foto:inilah.com)

INILAH.COM, Jakarta - Pihak kepolisian masih menyelidiki kasus hilangnya empat artefak kuno koleksi Museum Nasional. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto mengatakan, petugas mensinyalir ada orang yang memang memesan barang bersejarah yang terbuat dari emas itu.

"Yang jelas ada yang menginginkan, tapi siapa dia dan lokasinya dimana masih didalami," katanya kepada wartawan di kantornya, Jumat (20/9/2013).

Rikwanto melanjutkan, saat ini pihaknya telah berkordinasi dengan pihak Bandara, Bea Cukai, Imigrasi dan Interpol untuk menghadang penerima bawa kabur ke luar negeri.

"Jangan sampai ini artefak dibawa ke luar negeri, kita cegah namun belum tahu dimana keberadaannya," ujarnya.

Hingga saat ini pihak kepolisian telah memeriksa sebanyak 45 orang. Dari hasil penyelidikan di lokasi, petugas juga menemukan beberapa kejanggalan, salah satunya adalah kunci lemari tempat penyimpanan artefak yang tidak rusak. Diduga, lemari itu tidak dikunci, atau pelaku telah menduplikasikan kunci lemari tersebut.

"Kalau memang itu dibongkar paksa rusak atau bagian lemari pecah," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, empat artefak yang terbuat dari emas, koleksi Museum Nasional diketahui hilang pada Rabu (11/9/2013) pagi. Artefak tersebut disimpan di sebuah lemari kaca ruang Khasanah, yang berada di lantai dua gedung lama Museum Nasional.

Keempat artefak berupa lempengan emas ini terdiri dari Lempeng Naga Mendekam berinskipsi dengan panjang 5,6 centimeter dan lebar 5 centimeter, ditemukan pada abad 10 Masehi Kerajaan Mataram Kuno.

Yang kedua adalah Lempeng Bulan Sabit Beraksara dengan berukuran panjang 8 centimeter dan lebar 5,5 centimeter ditemukan pada abad 10 Masehi Kerajaan Mataram Kuno. Ketiga adalah Wadah Bentuk Cepuk dengan cepuk berututup diameter 6,5 centimeter dan tinggi 6,5 centimeter pada abad 10 Masehi Kerajaan Mataram Kuno.

Dan keempat adalah Lempeng Harihara dengan panjang 10,5 centimeter dan lebar 3,5 centimeter dan ditemukan pada akhir abad ke-11 di Belahan Jawa Timur. Benda-benda bersejarah itu ditemukan di Jawa Timur.[bay]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA