GOR Rubuh di Koja

Gerindra Curiga Ada Korupsi di Proyek GOR Koja

WP
Oleh Wahyu Praditya Purnomo
Jumat 20 September 2013
share
GOR Balai Rakyat, Koja, Jakarta Utara - (Foto:inilah.com)

INILAH.COM, Jakarta - Robohnya bangunan GOR Balai Rakyat, Koja, Jakarta Utara tak hanya disebabkan pelaksanaan pembangunan yang dilakukan oleh bukan ahlinya. Tapi adanya indikasi praktek korupsi, sehingga penggunaan material yang berkualitas rendah.

Hal itu ditegaskan, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta, Muhammad Sanusi saat ditemui di Gedung DPRD DKI. Bendahara DPD Gerindra DKI Jakarta ini mengindikasikan adanya tindak korupsi dalam proyek pembangunan Gelanggang Olah Raga (GOR) Koja, Jakarta Utara.

"Harus ditangkap. Siapa penanggungjawabnya? siapa pengawasnya? Harus diusut tuntas. Ini kan pakai APBD. Deliknya sudah korupsi," tegas Sanusi, Jumat (20/9/2013).

Penindakan terhadap oknum yang terindikasi korupsi ini dilakukan agar adanya efek jera bagi mereka yang bermain-main dengan anggaran proyek pembangunan. "Ya harus ditindak, biar mereka jera," tegasnya.

Dirinya menghimbau, kedepan Pemprov DKI harus menunjuk perusahaan kontraktor yang berkompeten dan memiliki modal. "Sekarang ini makin banyak kotraktor yang enggak punya modal. Terus dia lempar proyeknya itu ke tangan lain," terangnya.

Anggota Komisi D yang membidangi pembangunan itu pun menyarankan, Pemprov DKI menjalankan sistem turn key project atau proyek yang dibayar pada akhir penggarapan. "Jadi gubernur harus berani menegaskan, semua pekerjaan dimulai Februari dalam fisik. Biar saja Depdagri belum selesai (bahas APBD), boleh tender dulu," kata Sanusi.

Dalam undang-undang keuangan Depdagri, lanjut Sanusi, tanggal 30 November DPRD harus melakukan paripurna untuk memutuskan APBD. "Nah, dari Desember, langsung tuh bikin dokumen lelang, Desember-Januari tahapan lelang, Februari bisa mulai. Masalahnya kan gak ada dana, nah bikin turn key project," tegasnya.[bay]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA