Investasi Kilang

Kuwait Petroleum Corp Sulit Dapat Insentif

RR
Oleh Ranto Rajagukguk
Jumat 20 September 2013
share
(Foto : inilah.com/Wirasatria)

INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah mengharapkan PT Pertamina (Persero) segera menyampaikan informasi penolakan insentif yang diajukan oleh Kuwait Petroleum Corporation (KPC) guna proses negosiasi lebih lanjut dalam investasi kilang minyak.

"Kami (pemerintah) tidak ngedrop KPC. Kalau minta insentif yang kini ditawarkan itu susah. Jadi tinggal Pertamina sampaikan kepada KPC," kata Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Susilo Siswoutomo, di kantor Kementerian ESDM, Jumat (20/9/2013).

Menurut Susilo, dengan menyampaikan respons terhadap pengajuan insentif kilang KPC, maka perusahaan asal Timur Tengah itu bisa berpikir kembali terhadap putusan pemerintah. "Insentif itu kewenangan Kemenkeu. Kalau tidak setuju ya berarti harus disampaikan bahw ini memang respons pemerintah terhadap pengajuan KPC. Mungkin saja KPC juga bisa merubah permintaan insentif yang tidak bisa disiapkan pemerintah," kata Susilo.

Pemerintah sendiri mengaku tetap memberikan kesempatan kepada KPC untuk melakukan investasi kilang minyak di dalam negeri. Meski demikian pemerintah berharap adanya persamaan pandangan mengenai insentif fiskal pada investasi kilang. Disebut-sebut KPC ingin insentif fiskal sampai 30 tahun. Ini dikarenakan investasi dan pengelolaan kilang minyak memakan biaya cukup besar. [mel]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA