Pertamina: Penambahan Kilang Sangat Mendesak

RR
Oleh Ranto Rajagukguk
Jumat 20 September 2013
share
Vice President Corporate Communication, Pertamina, Ali Mundakir - (Foto:istimewa)

INILAH.COM, Jakarta - PT Pertamina (Persero) menerangkan sudah sangat mendesak membangun kilang minyak sebagai sarana menampung dan mengolah hasil produksi minyak mentah.

"Urgensi bangun kilang itu sudah pasti. Kebutuhan BBM di 2018 itu meningakt mencapai 5%," kata Vice President Corporate Communication, Pertamina, Ali Mundakir di kantor pusat Pertamina di Jakarta, Jumat (20/9/2013).

Ali memproyeksikan kebutuhan produk BBM di 2018 bisa mencapai 77 juta kilo liter. Sementara kapasitas kilang Pertamina hanya mampu mengolah minyak mentah sekitar 40 juta per tahun.

"Dengan kondisi kilang yang nampung 40 juta kl lantas bagaimana dengan sisanya yang 33 juta kl dari total kebutuhan 77 juta kilo liter di 2018," tutur Ali.

Menurut Ali dengan penambahan armada kilang baru, pemerintah bisa mengurangi dan menghentikan importasi produk BBM.

Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Satya W Yudha juga sudah menyatakan penambahan armada kilang merupakan salah satu cara mengatasi kebergantungan terhadap impor produk BBM yang sifatnya jangka panjang.

Jika liftng minyak berbanding terbalik dengan kebutuhan, maka jawabannya adalah dengan memanfaatkan crude impor dan mengoptimalkan ketersediaan kilang. [hid]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA