Kisruh GCM, Dinas Perumahan Diminta Tak Main Mata

BH
Oleh Bayu Hermawan
Jumat 20 September 2013
share
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Purnama (Ahok) - (Foto:inilah.com)

INILAH.COM, Jakarta - Aliansi Masyarakat Peduli Jakarta Baru mengingatkan Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan DKI Jakarta, untuk tidak bermain mata dan mengambil keuntungan dalam kisruh warga di apartemen Graha Cempaka Mas (GCM).

"Dinas Perumahan harus berani bersikap tegas seperti yang ditunjukkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Purnama (Ahok). Ahok dengan tegas mengatakan forum yang dibentuk segelintir orang tak bisa mengambil alih kepengurusan yang sah," ujar juru bicara Aliansi Masyarakat Peduli Jakarta Baru, Andhika Febriandhanu di Jakarta, Jumat (20/9/2013).

Terlebih menurutnya, saat ini ada keresahan warga Apartemen GCM dipicu ulah segelintir orang luar yang ingin mengambil alih kepengurusan Perhimpunan Pemilik Rumah Susun (PPRS) yang sah untuk kepentingan ekonomi belaka.

Andhika mengatakan, seharusnya Yonathan Pasodungan selaku Kepala Dinas Perumahan berani melawan intervensi, dan menolak hasutan dari segelintir orang yang menamakan diri FK-WGCM. "Dinas Perumahan harus taat hukum. PPRS dibentuk sesuai amanat UU. Jangan terjebak permainan segelintir orang luar GCM dengan menghadiri Rapat Umum Luar Biasa (RULB), ujarnya.

Ia melanjutkan, dalam aksinya FK-WGCM selalu memaksakan kehendak, melakukan provokasi, dan manipulasi. Karenanya, Dinas Perumahan dalam kisruh ini harus benar-benar menjalankan tugasnya sebagai mediator, mendengarkan aspirasi, dan melindungi warga.

"Dinas Perumahan sepatutnya mendengarkan keresahan warga GCM. Jangan justru bermain dan terjebak dalam kepentingan orang-orang yang bukan warga GCM seperti Saurip Kadi. Bahkan, secara resmi pengurus RT/RW GCM telah tegas menolak keberadaan forum yang didirikan Saurip Kadi yang jelas-jelas bukan warga GCM," tegasnya.

Menanggapi hal itu, kepada perwakilan pengunjuk rasa Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah DKI Jakarta, Jonathan Pasodungan mengatakan, telah menerima masukan dari Aliansi Masyarakat Peduli Jakarta Baru tentang kisruh yang terjadi di rusun Graha Cempaka Mas. "Saya belum dapat berkomentar. Saya pelajari masukan ini," ujarnya.

Jonathan mengakui, telah terjadi kisruh warga di GCM, salah satunya yang menamakan forum komunikasi warga. Posisi dinas perumahan, katanya, tetap pada jalurnya sebagai mediator dan tidak berpihak pada salah satu kelompok. "Ini yang perlu kita tengahi. Dinas Perumahan akan selalu memediasi sesuai fungsinya, yakni sebagai pembina," tandasnya.[bay]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA