Sudrajad Terancam Batal Jadi Hakim Agung

AM
Oleh Ajat M Fajar
Sabtu 21 September 2013
share
Hakim Pengadilan Tinggi Pontianak, Sudrajad Dimyati - (Foto : istimewa)

INILAH.COM, Jakarta - Hakim Pengadilan Tinggi Pontianak, Sudrajad Dimyati terancam tidak terpilih menjadi hakim agung akibat insiden yang terjadi di toilet. Saat kejadian itu Sudrajad bertemu dengan anggota komisi III dari Fraksi PKB, Bachrudin Nasori membahas soal calon hakim agung.

Anggota Komisi III Fraksi Partai Gerindra, Desmond Junaidi Mahesa menilai peluang Sudrajad untuk menjadi hakim agung sangat kecil. Sebab dari uji kelayakan dan kepatutan, Sudrajad tidak menunjukan kapasitas yang layak sebagai calon hakim agung.

"Biasa-biasa saja, yang luar biasa yang terjadi sesudahnya catatan biasa-biasa saja. Dengan yang lain (calon yang lain) tidak lebh baik ya bisa jadi agak berat," ujar Desmon di Jakarta, Jumat (20/9/2013).

Menurutnya, dari segi kapasitas yang diangga biasa saja, Sudrajad dinilai sangat kecil peluangnya untuk dipilih sebagai hakim agung. Selain itu, insiden pertemuannya dengan Bachrudin di toilet juga menjadi salah satu faktor yang menutup peluangnya menjadi hakim agung.

"Karena presentasi jawab tidak terlalu bagus dibanding dengan yang lain-lain. Ditambah kasus (toilte) juga jadi pertimbangan," jelasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi III DPR, Aziz Syamsuddin yang menilai peluang Sudrajad Dimyati menjadi hakim agung sangat berat. Sebab selain dari penilaian fit and proper test, insiden toilet itu menjadi pertimbangan dari keputusan akhir Komisi III DPR.

"Kalau secara etika hakim kan tidak boleh (membicarakan soal calon hakim agung di toilet). Pak sudrajat kan mau kencing, masa kita larang, kan itu toilet umum," tandasnya. [ton]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA