Industri Rokok Pilih PP 109/2012 Daripada FCTC

IP
Oleh Iwan Purwantono
Selasa 21 Januari 2014
share
(Foto: ilustrasi)

INILAH.COM, Jakarta - Industri rokok putih Indonesia (Gaprindo) menerima PP 109/2012 tentang Pengamanan Zat Adiktif Produk Tembakau untuk Kesehatan. Namun tolak ratifikasi konvensi tembakau.

Muhaimin Mufti, Ketua Umum Gaprindo mengakui bahwa PP 109/2012 merupakan pengetatan terhadap industri rokok. Misalnya, iklan rokok di media elektronik dan outdoor harus mencantumkan peringatan berupa gambar.

Soal iklan kan sudah mulai diatur. Kalau di outdoor tidak boleh lebih dari 72 meter persegi. Tapi, prinsipnya kita menerimanya, terang Mufti kepada wartawan di Jakarta, Selasa (21/01/2014).

Sejatinya, lanjut Mufti, beleid tersebut memiliki tujuan baik. Bahwa rokok memang harus diatur agar tidak justru merugikan masyarakat. Untuk itu, kalangan industri tidak keberatan. Hanya saja harus mengeluarkan dana lebih untuk ongkos iklan.

Tapi itu tidak masalah. Saya kira, PP ini cukup adil. Kalau sudah begitu, tidak perlu lagi ratifikasi tembakau (FCTC/Framework Convention Tobacco Control), pungkasnya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA