Dugaan Pelanggaran HAM

Mega: Prabowo itu Korban

IN
Oleh inilahcom
Rabu 11 Juni 2014
share
Capres nomor urut 1 Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri - (Foto: inilahcom)


INILAHCOM, Jakarta - Benarkah debat perdana capres-cawapres di Balai Sarbini, Jakarta, Senin (9/6/2014) malam, 'dimenangkan' oleh pasangan nomor urut 2 Jokowi-Jusuf Kalla (JK)? Setidaknya, ada kelompok masyarakat yang mengatakan seperti itu.

Mereka yang berpendapat seperti itu mungkin karena melihat JK yang mencecar capres nomor urut 1 Prabowo Subianto terkait dugaan pelanggaran HAM.

Terlihat JK lebih antusias menyerang dibandingkan capres Jokowi, dengan memberikan pertanyaan yang mengarah langsung kepada pribadi Prabowo. JK yang secara usia memang paling senior, tampaknya lebih ringan melakukan itu.

Terlepas dari itu, sebenarnya JK tidak perlu bertanya terkait hal tersebut. Pada 2009 ketika dirinya maju sebagai capres dengan dukungan dari Partai Golkar, isu HAM yang melekat kepada Prabowo sudah dijawab.

PDI Perjuangan yang kini (Pilpres 2014) mendukung JK sebagai cawapres telah menjelaskan dugaan tersebut. Yang berbicara langsung adalah Megawati Soekarnoputri selaku ketua umum.

Dalam catatan yang berhasil dikumpulkan INILAH.COM, Mega menyebut ada pihak lain dalam pelanggaran HAM oleh rezim Orde Baru, termasuk kasus 27 Juli. Prabowo pun, menurut Mega saat itu, punya hak membela diri.

"Saya tahu di balik itu ada diri orang lain. Sama seperti saya. Saya victim, korban," ujar Mega dalam acara silaturahim dan makan bersama dengan para rektor, pengusaha, guru, dan tokoh masyarakat di The View Kota Bandung, Sabtu (20/6/2009) .

Isu HAM seharusnya sudah clear, terutama bagi PDI Perjuangan, karena Mega maju bersama Prabowo pada Pilpres 2009. Begitu pula saat ini, PDI Perjuangan mendukung JK sebagai cawapres.

Megawati menegaskan negara ini harus menjadi negara ikhlas, negara penuh kasih sayang. Sudah banyak persoalan yang dihadapi bangsa ini dan tidak boleh terus menumbuhkan rasa dendam.

"Kalau kita bicara dendam, kapan habisnya?" ujarnya lagi seperti dikutip kompas.com.

Kenapa JK bertanya dalam debat kemarin? Mungkin jawabannya seperti ungkapan orang Betawi, "Namenye juga usahe." [rok]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA