Kasus Talang Sari

Komnas HAM Didesak Tangkap AM Hendropriyono

AH
Oleh Anton Hartono
Selasa 17 Juni 2014
share
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Aliansi Fii Sabilillah menggelar unjuk rasa mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengusut tuntas kasus Talang Sari, Lampung, yang terjadi pada 1989 silam.

Puluhan orang yang tergabung dalam Aliasi Fii Sabilillah meminta Komnas HAM untuk menangkap dan mengadili AM Hendropriyono, karena dianggap bertanggung jawab dalam kasus yang menewaskan ratusan orang tersebut.

"Kita sudah laporkan kasus ini, tapi tidak pernah diungkap oleh Komnas HAM. Komnas HAM hanya ungkap kasus 98," ujar Ketua Laskar Sabilillah, Nur Hidayat, Selasa (17/6/2014).

Nur Hidayat menceritakan, dalam kasus Talang Sari telah terjadi pembantaian yang dilakukan oleh AM Hendropriyono beserta kroni-kroninya yang mengakibatkan 287 nyawa tewas mulai dari orang dewasa hingga anak-anak.

Namun kenyataannya, para petinggi yang diduga menjadi dalang kejahatan itu saat ini masih menghirup udara bebas. Bahkan ada yang menduduki jabatan strategis di pemerintahan.

"Dari dulu saya diam saja, tapi sekarang saya nggak bisa diam. Saya tuntut Komnas HAM untuk ungkap kasus Talang Sari," tandasnya.

Para pengunjuk rasa memajangkan spanduk bertuliskan 'Seret dan Adili AM Hendropriyono'. Pasalnya, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu adalah jenderal yang bertanggung jawab atas kasus pembantaian di Talang Sari, Lampung.

Diketahui, peristiwa Talang Sari adalah insiden yang terjadi antara warga dengan aparat keamanan di Dusun Talang Sari, Desa Rajabasa Lama, Kecamatan Way Jepara, Lampung pada tahun 1989.

Ketika itu Komandan Korem (Danrem) 043 Garuda Hitam Lampung dijabat oleh Kolonel AM Hendropriyono. Hendropriyono diduga sebagai orang yang bertanggung jawab atas tewasnya 287 orang dewasa dan anak-anak di Talang Sari ketika itu.[bay]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA