Obat Penyakit Rohani

AI
Oleh Ahmad Imam Mawardi
Senin 20 Oktober 2014
share
(Foto : ilustrasi)

TAK SALAH yang dibilang sya'ir Imam Bushiri: "Indahnya mentari dipungkiri oleh mereka yang sakit mata, tawarnya air diingkari oleh mereka yang sakit gigi." Orang kalau sudah terlanjur sakit, yang normal dirasa abnormal, yang abnormal dianggap normal.

Itu baru sakit badan lho, tidak begitu membahayakan. Bayangkan kalau yang sakit adalah hatinya, perasaannya, dan atau pikirannya. Betapa banyak cinta yang akan dibaca kebencian atau kebencian yang dianggap cinta. Betapa sering nasehat membangun dianggap kritik menyinggung yang merendahkan, pelajaran dianggap penghajaran, dan pujian dianggap sindiran.

Orang yang sudah terjangkit penyakit hati, rasa dan pikir seperti ini tak layak menjadi pimpinan, panutan dan teladan karena ia akan berupaya menjungkirbalikkan nilai-nilai. Bahkan tak layak dijadikan teman hidup sebelum diobati sampai sembuh oleh "dokter penyakit paling dalam" di rumah sakit khusus rohani.

Berbahagialah mereka yang senantiasa bersama-sama dengan dokter penyakit rohani itu, diagnosa selalu bisa dilakukan kapan saja dikehendaki. Itulah yang dilakukan sahabat Khuzaifah yang setiap bertemu Rasulullah pasti bertanya tentang penyakit batin dan obatnya.

Langkah paling pertama dan utama untuk menghindari penyakit kronis di atas adalah dengan selalu menanyakan kepada diri kita sendiri tentang agama dan keberagamaan kita sampai pada penemuan keyakinan bahwa kita telah dan selalu berada di jalan yang lurus menuju ridla dan surga Allah.

Salut dan hormat pada sahabatku, saudaraku, yang setiap bertemu saya selalu mendiskusikan jalan hijrah yang dilaluinya, sudah benarkah atau ada yang perlu diperbaiki. Saya belajar banyak dari diskusi itu. Salam, AIM. [*]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA