Jawa Barat Masih Impor Benih Kentang

JP
Oleh Jaka Permana
Senin 05 Januari 2015
share
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Bandung - Balai Pengembangan Benih Kentang (BPBK) Dinas Pertanian Jawa Barat belum bisa memenuhi produksi benih kentang. Untuk memenuhi target tersebut Jabar terpaksa harus impor benih kentang.

Padahal, produksi benih kentang di Jabar khususnya dari Pangalengan, Kabupaten Bandung tidak kalah kualitasnya dengan Amerika Serikat.

Sekretaris Asosiasi Penanam Benih Kentang (APBK) Jabar Aceng Hasan mengaku kemampuan para petani pembenih kentang masih sangat terbatas. Saat ini mereka mesih menggantungkan diri kepada pasolkan benih impor..

"Kita baru memiliki lahan sekitar 100 hektare untuk penanaman benih kentang. Jumlah itu masih terbilang standar," tutur Aceng kepada wartawan disela acara kunjungan kerja (kunker) lapangan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) di BPBK, Desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung belum lama ini.

Aceng menyebut jika produksi benih kentang bisa memadai jika lahan pembenihan lahan minimal 1.600 hektare. Menurut dia, lahan budidaya kentang di Jabar kini mencapai sekitar 17 ribu hektare.

"Kita butuh 1.600 hektare lagi untuk memenuhi kebutuhan benih para petani," kata dia.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengaku akan terus mengembangkan balai kentang. Selain di wilayah Pangalengan, balai kentang akan dikembangkan di kabupaten/kota lainnya.

"Untuk balai kentang, Pangalengan ini paling besar. Mereka mampu bisa menyuplai 14 persen bibit di Indonesia cukup terbesar dari balai-balai kentang di Indonesia," tutur Heryawan.

Pria yang akrab disapa Aher ini menyatakan berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) yang baru kentang itu mempunyai generasi hingga diperbolehkan dikonsumsi. Generasi dalam aturan tersebut dimulai dari generasi 0 hingga generasi 5.

"Sebelumnya G (generasi) 5 baru buleh dikonsumsi. Tapi sekarang G3 sudah dikonsumsi. Katanya alasanya lebih sehat," tutur Aher.

Aher menyebut aturan tersebut membuat produksi kentang akan lebih sedikit. Pasalnya, setiap generasi produksi bisa meningkat sepuluh kali lipat.

"Dengan begitu kita akan mengembangkan dan tingkatkan balai benih. Masyarakat diberikan kesempatan untuk produksi benih yang berkualitas," ucap dia.

Mengenai kebutuhan lahan bagi para petani kentang, Pemprov Jabar mengaku masih kesulitan lantaran lahan-lahan saat ini masih berebut dengan para petani sayur lainnya.

"Kita harapkan masyarakat dilahannya pribadi mengembangbiakkan benih dengan sendiri," tutup Aher. [fad]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA