Prediksi Sepekan ke Depan

IHSG Technical Rebound, Pilih Saham-saham Murah

AM
Oleh Ahmad Munjin
Senin 07 Desember 2015
share
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta-Dalam sepekan ke depan, laju IHSG diprediksi alami technical rebound dengan support 4.500 dan resisten 4.600. Para pemodal disarankan beli saham-saham dalam kategori murah. Apa saja?

Pada perdagangan sepekan terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 52,11 poin (1,14%) ke posisi 4.508,45 pada pekan yang berakhir Jumat (4/12/2015), dibandingkan akhir pekan sebelumnya di angka 4.560,56 pada Jumat (27/11/2015).

Praktisi pasar modal Jimmy Dimas Wahyu menilai koreksi IHSG Jumat (4/12/2015) sebesar 0,64% ke 4.508 merupakan penurunan wajar. "Biasa saja. Enggak ada masalah," katanya kepada INILAHCOM di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dalam sepekan ke depan, dia memperkirakan, arah IHSG berpeluang alami kenaikan. "Dalam sepekan ke depan, support IHSG berada di level psikologis 4.500 dan resistance psikologis di 4.600. Kalaupun IHSG turun, kemungkinan tipis di bawah 4.500," ujarnya.

Dalam sepekan ke depan, menurut dia, kenaikan indeks kemungkinan semata faktor technical rebound. "Sebab, window dressing biasanya baru terjadi di akhir bulan Desember," tuturnya.

Apalagi, dia menegaskan, dalam sepekan ke depan, tidak ada agenda dari dalam negeri yang bisa berpengaruh besar ke market. "Begitu juga dengan pengumuman kenaikan suku bunga the Fed yang baru akan diumumkan pada tanggal 15-16 Desember," ucap dia.

Pasar juga, lanjut Jimmy, kemungkinan tidak lagi terlalu waspada terhadap agenda bank sentral AS itu. Sebab, agenda bank sentral AS itu sudah sangat sering dibahas. "Artinya, kalaupun IHSG mengalami koreksi sebagai respons atas suku bunga the Fed, itu merupakan koreksi yang wajar," tandas dia.

Dalam situasi ini, dia menyarankan pemodal untuk membeli saham-saham yang dirasa sudah cukup murah. Saham-saham dalam kategori itu, dia rekomendasikan saham PT Pakuwon Jati (PWON).

"Saham trio banking juga cukup murah terutama yang BUMN: saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) , PT Bank Mandiri (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia (BBNI). PT Bank Central Asia (BBCA) boleh dipertimbangkan, tapi saya lebih fokus pada saham bank BUMN," papar dia.

Jimmy menyarankan para pemdal untuk langsung masuk pada saham-saham tersebut. "Tidak masalah, saham-saham tersebut bisa untuk target akhir tahun, bisa juga untuk trading toh hingga akhir tahun tinggal menghitung hari," imbuhnya. [jin]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA