Agar Ekspor Naik, Menperin Perluas Pasar Nonwoven

MF
Oleh m fadil djailani
Jumat 29 April 2016
share
Menteri Perindustrian Saleh Husin - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Kinerja industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional, cukup moncer. Ada kenaikan ekspor 6,81% pada Mei 2016 dibanding bulan sebelumnya (month on month).

Atas perkembangan ini, Menteri Perindustrian Saleh Husin tak bisa menyembunyikan rasa girangnya. Apalagi, industri TPT tergolong padat karya, serapan pekerjanya mencapai 1,5 juta orang, atau 10,36% dari total tenaga kerja sektor industri.

Di Indonesia, kata politisi Hanura ini, aktivitas produksi tekstil telah terintegrasi dari hulu sampai hilir. Bahkan, produknya dikenal memiliki kualitas yang baik di pasar internasional.

"Kita sudah menyasar ke industri tekstil nonwoven. Ke depan akan terus diperkuat. Ini bagian strategi diversifikasi produk sekaligus perluasan pemasaran ekspor," kata Menperin Saleh di Jakarta, Rabu (27/04/2016).

Produk nonwoven itu, lanjut Saleh, biasanya dimanfaatkan untuk material pembangunan infrastruktur seperti jalan tol. Atau digunakan untuk agro-textiles, medis, industri makanan dan minuman, industri otomotif serta industri manufaktur konsumsi lainnya.

Pengembangan produk ini, lanjut Menperin Saleh, turut memperkuat daya saing yang menjadi modal kuat bagi industri TPT nasional. Apalagi, pasar tektil masih luas dan juga permintaannya besar.

"Dalam periode lima tahun terakhir, rata-rata meningkat sebesar 9,9 persen per tahun, dimana Indonesia baru bisa mensuplai 0,47 persen dari kebutuhan dunia," tuturnya.

Menperin optimistis pasar global industri TPT akan terus membaik dengan diikuti kenaikan permintaan. Untuk itu, peluang yang ada dapat dimanfaatkan sebaik mungkin dengan terus melakukan peningkatan daya saing dan perluasan pasar ke non tradisional. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA