Bupati Fakfak Dilaporkan ke KPK Terkait Korupsi

IH
Oleh Indra Hendriana
Kamis 12 Mei 2016
share
Bupati Fakfak Mohammad Uswanas - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Bupati Fakfak Mohammad Uswanas dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Laporan itu terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Sound sistem dan panggung ringging pada acara HUT Kabupaten Fakfak 113.

Adapun laporan itu disampaikan langsung oleh mantan Wakil Bupati Fakfak Donatus Nimbitkendik. Dalam lapornnya, Donatus menyebut dugaan korupsi yang dilakukan Uswanas senilai Rp 4,3 miliar lebih.

"Hari ini saya melaporkan Bupati Fakfak, Mohammad Uswanas dan sejumlah pihak lainnya terkait korupsi di Fakfak. Saya sebagai mantan wakil bupati fakfak, memberikan keterangan di KPK, memang
benar terjadi markup atau kelebihan bayar pada pihak ketiga yang menyebabkan kerugian negara Rp 5 miliar," kata Donatus
Nimbitkendik di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (12/5/2016).

Dia menyebutkan, dugaan korupsi yang dilakukan oleh Mohammad Uswanas
sebenarnya sudah pernah dilaporkan pada tahun 2012 lalu, yakni terkait dugaan korupsi dana desa. Kemudian laporan serupa juga pernah ditayangkan di tahun 2015.

"Sudah dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Fakfak, juga sudah kami laporkan ke KPK, tapi tidak ditindaklanjuti. Hari ini kami laporkan lagi dengan data lengkap. Kami ingin menanyakan sudah sejauh mana
laporan kami," jelas Donatus yang datang bersama direktur LSM Susanto.

Susanto menjelaskan beberapa bukti kuat terkait indikasi tindak pidana korupsi sebesar Rp 4.329.445.000 tersebut telah diserahkan. Dari laporan yang diterima untuk pengadaan alat soundsystem dan panggung, Kabupaten Fakfak merogoh kocek hampir Rp 5.235.445.000 dalam beberapa pengeluaran berganda.

Dari laporan tersebut, lanjut dia, pihaknya melakukan penelusuran serta studi perbandingan pasar terkait pengadaan sound sistem dan panggung. Di situlah kemudian ditemukan bahwa harga sound system hanya Rp 682.000.000 dan biaya sewa panggung hanya Rp 200.000.000 dan pengiriman barang Rp 24.000.000.

"Jadi idealnya anggaran yang dikeluarkan tak lebih dari Rp 906.000.000, namun jumlah itu membengkak menjadi Rp
5.235.445.000," ungkap Susanto. [rok]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA