Wall Street Terpangkas Laporan Ketenagakerjan AS

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 04 Juni 2016
share
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, New York - Sebuah laporan ketenagakerjaan AS untuk Mei yang secara mengejutkan buruk mengirimkan saham-saham di Wall Street berakhir jatuh pada Jumat atau Sabtu (4/6/2016) pagi WIB, bahkan hampir menghapus kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve bulan ini.

Saham-saham bank turun tajam, dengan Citigroup jatuh 3,4 persen dan Bank of America merosot 3,5 persen, karena prospek untuk suku bunga yang lebih rendah lebih lama lagi diperkirakan akan memukul margin pinjaman.

Tetapi pasar berakhir jauh dari posisi terendah mereka. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 31,50 poin (0,18 persen) menjadi 17.807,06.

Indikator pasar yang lebih luas S&P 500 kehilangan 6,13 poin (0,29 persen) menjadi berakhir di 2.099,13, sedangkan indeks komposit Nasdaq turun 28,85 poin (0,58 persen) menjadi 4.942,52.

Penurunan terjadi sehari setelah S&P 500 ditutup pada level tertinggi sejak November, dengan para pialang mengatakan perdagangan masih sangat tentatif di tengah tidak adanya tren ekonomi atau laba perusahaan yang kuat.

"Ada sejumlah ekstrim, baik pesimisme atau kurangnya dukungan untuk pasar saham," kata Michael James dari Wedbush Securities.

Meski begitu, ia menambahkan, "rebound" sore di sesi Jumat menunjukkan sejumlah ketahanan terhadap berita buruk.

Ekonomi AS hanya menambahkan 38.000 pekerjaan pada bulan lalu, Departemen Tenaga Kerja mengatakan, jumlah terendah dalam hampir enam tahun dan seperempat dari apa yang para ekonom telah memperkirakan.

Ditambah dengan revisi turun yang signifikan pada laporan angka penciptaan lapangan kerja dua bulan sebelumnya, laporan menunjukkan ekonomi terbesar dunia itu sedang "rebound" dari kemerosotan kuartal pertama dengan jauh lebih lemah daripada yang diperkirakan.

Sementara itu, investor umumnya mengapresiasi suku bunga rendah, saham-saham bank telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir karena Fed sendiri mengisyaratkan kenaikan suku bunga kemungkinan dalam waktu dekat, tahun ini.

"Sudah jelas bahwa kecuali laporan ketenagakerjaan yang mengerikan, Fed akan menaikan suku bunga pada Juni atau Juli. Ini sekarang menjamin bahwa Juni keluar dari meja, tetapi mungkin tidak mengesampingkan Juli," kata Steven Ricchiuto, kepala ekonom di Mizuho Securities.

Saham-saham otomotif juga terpukul. GM kehilangan 2,2 persen dan Ford turun 1,3 persen karena keduanya menghadapi tekanan setelah mengalami pelambatan dalam penjualan mobil AS bulan lalu.

Saham-saham maskapai juga jatuh, dipimpin oleh kerugian 2,7 persen dari American Airlines. United turun 1,9 persen.

Saham-saham yang membukukan kenaikan termasuk pengecer pakaian The Gap, yang bertambah 4,1 persen setelah mencatat penurunan enam persen dalam penjualan Mei yang tetap lebih baik dari perkiraan para analis.

Pembuat semikonduktor yang berbasis di Singapura, Broadcom, melonjak 4,9 persen karena labanya mengalahkan perkiraan untuk kuartal fiskal kedua. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA