Inilah Alasan RI Impor Sapi dari Amerika Latin

US
Oleh Uji Sukma Medianty
Minggu 13 November 2016
share
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Terapkan kebijakan breeding sapi untuk setiap impor sapi bakalan dengan rasio 1:5, pemerintah Australia khawatir akan populasi sapi mereka.

Kementerian Perdagangan telah menerapkan kebijakan impor sapi bakalan sekaligus sapi indukan dengan rasio 1:5. Hal ini dilakukan guna mempercepat swasembada daging sapi.

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita menyebut tak ada solusi lain selain melakukan breeding yang dibebankan kepada pengusaha feedloter.

"Mereka (pemerintah Australia), khawatir akan populasi sapi mereka kalau kita impor indukan,"kata Mendag Enggar di Kementerian Perdagangan Jakarta.

Lalu, kata Mendag Enggar, memberi pemahaman kepada Australia bahwa kebijakan breeding itu adalah untuk membantu peternak kecil.

"Kebijakan saya hanya mengacu pada petani dan populasi," ujar dia seraya menirukan ucapannya kepada Menteri Perdagangan, Pariwisata dan Investasi Australia, Steven Ciobo.

Dalam pertemuannya itu, Mendag Enggar juga menyampaikan kalau harga sapi di Australia terus menanjak meskipun ada siklusnya. Sehingga Mendag Enggar mengimpor sapi dari negara lain, diantaranya, Meksiko, Spanyol dan Brazil.

"Brazil yang begitu jauh harganya lebih murah. 'Dia bilang walaupun harga bukan ditangan pemerintah tapi dia akan bicarakan dengan reduce price nya',"ujarnya.

Sehingga dia bilang, harus ada back doornya. Kalau harga Australia tidak lebih bagus maka impor akan buka dari Brazil sebab kalau Australia pasang harga terlalu tinggi akan merugikan Indonesia. [hid]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA