Kerjasama Keindanren Jepang dan Jaebol Korsel

BA
Oleh Bachtiar Abdullah
Selasa 30 Mei 2017
share
Tangguh LNG Project, West papua - riset

INILAHCOM, Tokyo --- Jepang dan Korea Selatan (korsel)kini menghadapi rendahnya angka kelahiran dan tingginya penuaan populasinya dan bertekad meningkkatkan kerjasama.

Para pebisnis Korsel berupaya memperkuat hubungan ekonomi dengan para mitranya di Jepang, sejalan dengan prioritas yang ditetapkan oleh Presiden Korsel terpilih Moon Jae-in untuk menggenjot pertumbuhan Korsel yang dalam beberapa tahun belakangan melembik.

Pasar domestik di Jepang dan Korsel terus mengkerut seiring dengan rendahnay angka kelahiran dan meningkatnya populasi yang menua. Maka para pebisnis kedua negara ini bertekad memperluas kerjasamanya dengan negara-negara lain.

Federasi Bisnis Jepang (Keidanren) dan Federasi Industri Korsel yang merupakan organsiasi bisnis terbesar di Korsel, menggelar rapat pada 22 Mei 2017 di Seoul.

Dalam rapat tersebut para petinggi kedua himpunan bisnis dan industri ini membahas kerjasama antara swasta Jepang-Korsel dan korporasi di negara-negara lain. Ini untuk pertama kali kedua organisasi ini membahas masalah kerja sama bisnis di negara-negara lain.

"Baru-baru ini kita terlibat dalam patungan bisnis terutama dengan perusahaan-perusahaan konstruksi Korsel dan perusahaan-perusahaan perdagangan Jepang," kata Huh Chang Soo, ketua Federasi Industri Korsel.Dan mulai sekarangkami ingin memperluas kerja sama yang lebih luas, misalnya industri jasa, seperti ditulis Japan News, Selasa 30/5/2017.

Korsel termotivasi untuk memperkuat bisnis dengan Jepang karena pertumbuhan ekonomi riil Korsel berkutat di sekitar 2 hingga 3 persen dalam beberapa tahun terakhir.China yang merupakan pasar ekspor Korea memproyeksikan akan lebih sedikit mengimpor produk-produk Korsel, seperti Smartphone.

Menurut asosiasi Ekonomi Jepang Korsel ada sekitar90 proyek gabungan diluncurkan

sampai saat ini, korporasi Korsel sudah menjalin kerjasama mengoperasikan bisnis bersama di Asia dan Afrika. Setidaknya ada 90 proyek bisnis bersama yang diumukan ke publik oleh perusahaan-perusahaan Jepang dan Korsel, terutama di negara-negara yang Sedang Berkembang.


Jika keuntungan yang diraih pasanagn Jepang Korseldiinvestasikan secara lebih produktif ke sektor energi gas alam cair (LNG) di seluruh dunia maka pengaruhnya akan tumbuh di pasar LNG.

Mitsubishi memproduksi LNG di Indonesia dengan Korea Gas Corp dan lainnya. Japan Gas Corporation adalah pemain utama LNG Jepang dan kini sedang meintis kerjasama dengan konglomerat (jaebol) Korsel.

Kolaborasi sudah dimulai di bidang selain sumber daya alam juga. Sumitomo Corp dan pembuat makanan utama Korea Selatan mendirikan perusahaan patungan di Vietnam yang memproduksi dan menjual gandum dan produk lainnya. Hubungan Jepang-Korea Selatan, yang kadang-kadang dilihat sebagai satu dengan unsur-unsur yang saling bertentangan, semakin dalam secara ekonomi.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA