Kinerja Atraktif Emiten Syariah Grup Astra

AM
Oleh Ahmad Munjin
Rabu 28 Februari 2018
share
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Salah satu konglomerasi besar dengan emiten-emiten tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah grup Astra. Total kapitalisasi pasar dari semua emiten Astra per 27 Februari 2018 tercatat sebesar Rp524,69 triliun atau 7,30% dari total kapitalisasi saham di BEI.

Emiten-emiten grup Astra yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah Astra Agro Lestari Tbk (AALI), Acset Indonusa Tbk (ACST), Astra Graphia Tbk (ASGR), Astra International Tbk (ASII), Astra Otoparts Tbk (AUTO), Bank Permata Tbk (BNLI), dan United Tractors Tbk (UNTR).

Dilihat dari sisi sektoral, saham-saham Astra terkategorikan ke dalam sektor pertanian (AALI), aneka industri (ASII, AUTO), properti dan konstruksi (ACST), perdagangan dan jasa (ASGR, UNTR), dan keuangan (BNLI). "Dari emiten-emiten tersebut, hanya BNLI yang tidak termasuk ke dalam kategori saham syariah," kata Asep Muhammad Saepul Islam, pendiri Syariahsaham.com, dalam surel yang diterima INILAHCOM, di Jakarta, Rabu (28/2/2018).

Per Selasa (27/2/2018), semua emiten syariah yang terafiliasi dengan grup Astra ini sudah merilis laporan keuangan tahunan 2017.

Bagaimana dengan kinerja masing-masing emiten syariah dari grup Astra ini? Mari kita simak!

Dari sisi ekuitas, ASII sebagai induk dari grup Astra menempati urutan terbesar dengan jumlah Rp156,33 triliun, disusul oleh UNTR (Rp 47,54 triliun), AALI (Rp 18,54 triliun) dan AUTO (Rp10,76 triliun) dan ACST (1,44 triliun). Sementara itu, ASGR menjadi emiten Astra dengan ekuitas terkecil dengan total Rp1,32 triliun.

Untuk besaran pendapatan dan laba, ASII berhasil memperoleh pendapatan sebesar Rp206,06 triliun, naik 13,79% dari periode tahun sebelumnya di angka Rp181,08 triliun. Hal ini berimbas juga pada laba bersih yang tumbuh 24,58% menjadi Rp18,88 triliun dari Rp15,16 triliun setahun lalu.

UNTR juga mencatatkan pertumbuhan penjualan 41,77% menjadi Rp64,56 triliun dari Rp45,54 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Laba bersih pun melonjak 47,99% dari Rp5,00 triliun menjadi Rp7,40 triliun tahun ini.

Dari sektor perkebunan, AALI mencetak penjualan sebesar Rp17,31 triliun, naik 22,55% dari Rp14,12 triliun pada tahun sebelumnya. Laba bersih mengalami kenaikan tipis 0,17% dari Rp2,00 miliar tahun lalu menjadi Rp2,01 triliun tahun ini.

Emiten suku cadang AUTO menorehkan pendapatan sebesar Rp13,55 triliun, naik tipis 5,80% dari Rp12,81 triliun tahun sebelumnya. Meski demkian, laba bersih yang dicetak masih mengalami pertumbuhan signifikan di angka Rp551,41 miliar, naik 31,85% dari Rp418,20 miliar di periode sebelumnya.

Sementara itu, ASGR mencatatkan kenaikan penjualan di angka Rp3,92 triliun, tumbuh signifikan 44,44% dari Rp2,71 trilun tahun lalu. Namun hal ini tidak berimbas pada laba bersih yang hanya naik tipis 0,83% menjadi Rp257,23 miliar dari Rp255,11 triliun tahun lalu.

Emiten yang belakangan masuk grup Astra, ACST berhasil memperoleh pendapatan sebesar Rp3,03 triliun, tumbuh 68,73% dari Rp1,79 triliun tahun sebelumnya. Hal ini juga diikuti dengan pertumbuhan laba bersih yang signifikan di angka Rp154,26 miliar, melonjak 125,74% dari Rp68,33 miliar tahun lalu.

Menurut Kang Amsi, sapaan akrabnya yang merupakan singkatan dari Asep Muhammad Saepul Islam, dari torehan laba bersih masing-masing emiten, diperoleh rasio harga saham dibandingkan laba bersih (PER) sebesar 13,40x untuk AALI, ACST (12,89x), ASGR (6,82x), ASII (17,58x), AUTO (15,69x) dan UNTR (18,44x).

Sementara itu, kata dia, rasio perbandingan harga saham disbanding nilai buku (PBV) masing-masing untuk AALI sebesar 1,49x, ACST (1,41x), ASGR (1,33x), ASII (2,68x), AUTO (0,89x) dan UNTR (3,01x).

"Dengan menggunakan teknik valuasi sederhana yang menitikberatkan pada laba bersih per saham dasar (EPS) dan imbal hasil atas ekuitas (ROE), diperoleh harga wajar saham-saham syariah Astra," ujarnya.

Di angka berapakah harga wajar saham-sahamnya? "Nilai wajar harga saham AALI berada pada kisaran Rp21.008, dengan ambang batas aman investasi (margin of safety, MoS) sebesar 33,36% dari harga penutupan terakhir," ucap dia.

Selanjutnya, nilai wajar harga saham ACST berada di angka Rp4.427 (MoS 35,85%), ASGR Rp4.149 (MoS 68,67%), ASII Rp9.490 (MoS 13,59%), AUTO Rp2.176 (MoS 17.53%), dan UNTR di Rp41.705 (MoS 12,24%).

Semua emiten syariah dari grup Astra bisa dikatakan masih berada di bawah nilai wajarnya. Namun valuasi ini bersifat relatif dan subjektif. "Oleh karena itu, diperlukan analisis mendalam dari semua emiten tersebut baik secara fundamental maupun teknikal, disertai dengan money management yang sesuai dengan profil risiko masing-masing," imbuhnya.

Adakah saham Astra yang menarik untuk dikoleksi? Bagaimana menurut Anda? "Silakan dipilah dan dipilih secara hati-hati! Disclaimer On," kata dia menutup pembicaraan seraya mewanti-wanti. [jin]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA