KPK Perpanjang Penahanan GM Hutama Karya

FZ
Oleh Fadly Zikri
Jumat 01 Februari 2019
share
Juru Bicara KPK Febri Diansyah - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan General Manager (GM) PT Hutama Karya (Persero), Bambang Mustaqim, dalam kasus dugaan korupsi proyek pekerjaan pembangunan Gedung Kampus IPDN tahap II Rokan Hilir, Provinsi Riau pada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tahun anggaran 2011.

"Hari ini dilakukan perpanjangan penahanan selama 30 hari ke depan terhadap tersangka BM," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jumat (1/2/2019).

Perpanjangan penahanan terhadap Bambang berlaku mulai tanggal 5 Februari hingga 3 Maret 2019.

"Penyidikan dalam kasus tindak pidana korupsi pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan pembangunan Gedung Kampus IPDN tahap II Rokan Hilir masih berlangsung sehingga perlu dilakukan perpanjangan penahanan terhadap tersangka," ujar Febri.

Dalam kasus ini KPK menetapkan tiga tersangka yaitu, Dudy Jucom selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Pusat Pengelolaan Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset Sekjen Kemendagri, GM PT Hutama Karya (HK), Bambang Mustaqim dan mantan Kepala Divisi Gedung PT HK, Budi Rachmat Kurniawan. Akibat perbuatan mereka negara mengalami kerugian sekitar Rp34 miliar dari proyek senilai Rp91,6 miliar.

Dudy dan Budi juga merupakan tersangka pembangunan Gedung IPDN di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar). Dalam proyek tersebut negara mengalami kerugian keuangan sekitar Rp34 miliar dari nilai proyek Rp125 miliar. Tak hanya itu Budi juha dihukum bersalah dalam perkara korupsi pembangunan Gedung Diklat Pelayaran di Sorong yang merugikan negara senilai Rp24,2 miliar.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA