Paus dan Imam Al Azhar Deklarasi Perdamaian Dunia

IN
Oleh inilahcom
Rabu 06 Februari 2019
share
(Human Fraternity Meeting)

INILAHCOM, Abu Dhabi - Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar Dr Ahmed al-Tayeb menandatangani Deklarasi Abu Dhabi, sebuah dokumen tentang persaudaraan manusia untuk perdamaian dunia dan hidup bersama.

Dokumen tersebut bertujuan mendorong hubungan yang lebih kuat antar umat manusia untuk menghadapi ekstremisme serta dampak negatifnya.

Baca juga: Kunjungan Bersejarah, Paus Tiba di Uni Emirat Arab

Penandatanganan deklarasi itu dihadiri oleh Wakil Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Perdana Menteri dan Pejabat Dubai, Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA, serta lebih dari 400 pemimpin agama.

Dalam acara penandatanganan tersebut, Wakil Presiden UEA juga menyerahkan 'Penghargaan Persaudaraan Manusia - dari Dar Zayed' kepada Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar.

Penghargaan ini diberikan kepada Imam Besar Al Azhar Dr Ahmed al-Tayeb sebagai pengakuan atas posisinya dalam membela moderasi, toleransi, nilai-nilai global serta penolakannya terhadap ekstremisme radikal.

Sementara Paus Fransiskus dikenal sebagai promotor toleransi dengan mengesampingkan perbedaan. Ia pun dikenal karena panggilan tekadnya untuk mewujudkan perdamaian dan persaudaraan diantara umat manusia.

Dalam pidatonya sebelum menandatangani Deklarasi Abu Dhabi, Paus Fransiskus mengatakan bahwa 'kebencian dan kekerasan' atas nama Tuhan tidak dapat dibenarkan.

Paus juga menjunjung tinggi nilai-nilai pendidikan dalam upaya mengurangi konflik.

Sementara itu, Dr Ahmed al-Tayeb, yang merupakan salah satu pemimpin Muslim terkemuka di dunia, menyeru umat Islam untuk melindungi komunitas Kristen di Timur Tengah dan bagi umat Islam di Barat untuk berintegrasi dalam masyarakat mereka.

"Anda adalah bagian dari masyarakat, Anda bukan minoritas," kata Sang Imam dalam pidatonya.

Acara penandatanganan Deklarasi Abu Dhabi merupakan bagian dari Human Fraternity Meeting atau Pertemuan Persaudaraan Manusia yang diselenggarakan oleh Pemerintah UEA, yang sekaligus menjadi peristiwa bersejarah dimana Pimpinan Tertinggi Gereja Katolik dalam hal ini adalah Paus, untuk pertama kalinya mengunjungi Semenanjung Arab.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA