Polisi Ancam Jemput Paksa Ketum PA 212

MY
Oleh Muhamad Yusuf Agam
Senin 18 Februari 2019
share
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Ketum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma'arif batal diperiksa oleh penyidik Polres Surakarta di Polda Jateng. Polisi menegaskan jika pada pemanggilan berikutnya tak hadir, Ma'arif akan dijemput paksa.

"Kalau tiga kali tidak hadir, penyidik mempunyai kewenangan untuk melakukan penjemputan kepada tersangka untuk dimintai keterangan," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin (18/2/2019).

Sebelumnya, Slamet Ma'arif sedianya diperiksa pada Rabu (13/2/2019) lalu namun berhalangan hadir dan dijadwalkan ulang pada Senin (18/2/2019) hari ini. Pada hari ini, Ma'arif juga berhalangan hadir dengan alasan ada kegiatan.

Dedi meminta Ma'arif untuk mengikuti proses hukum yang berlaku. Dedi berharap Ma'arif kooperatif.

"Ya kita harapkan yang bersangkutan kooperatif memenuhi panggilan penyidik Polresta Surakarta. Untuk penempatan pemeriksaan tetap di Polda Jateng," ucap Dedi.

Slamet Ma'arif ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Surakarta terkait dugaan pelanggaran pemilu dalam acara tablig akbar PA 212 Solo Raya pada 13 Januari 2019 lalu. Ma'arif akan diperiksa untuk pertama kali sebagai tersangka pada Senin (18/2) pekan depan di Polda Jateng.

Kasus itu bermula dari kehadiran Ketum PA 212 dalam sebuah acara tablig akbar di Solo pada pertengahan Januari lalu. Ceramahnya dalam acara itu dianggap bermuatan kampanye sehingga dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu oleh Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi - Ma'ruf Amin Kota Solo.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, Bawaslu Kota Solo menemukan unsur kampanye dalam ceramah yang dilakukan oleh Slamet. Bawaslu lantas membawa kasus itu ke ranah pidana pemilu sehingga ditangani oleh Polres Surakarta. [ton]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA