Jokowi Pesan Ulama dan Kiai Turut Perangi Hoaks

AF
Oleh Ahmad Farhan Faris
Jumat 08 Maret 2019
share
Presiden Joko Widodo (Jokowi) - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Lampung - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan sertifikat tanah wakaf secara simbolis kepada 12 penerima usai menunaikan Sholat Jumat di Masjid Istiqlal Lampung, Jumat (8/3/2019).

"Saya perintahkan untuk segera diberikan sertifikat ke mushola, masjid, madrasah, pondok pesantren," kata Jokowi.

Karena, Jokowi setiap ke daerah baik desa maupun kampung-kampung selalu keluhan yang ada adalah sengketa tanah dan sengketa lahan baik di masyarakat maupun tanah wakaf yang ada.

Jokowi mencontohkan ada tanah besar di Jakarta yang sudah didirikan masjid dan bertahun-tahun tidak ada masalah, tapi begitu harga tanah per meter tinggi Rp 120 juta baru ahli waris jadi masalah menuntut.

"Masjid pun juga tidak memiliki tanda bukti hak hukum atas tanah yang dimiliki, itu karena harga tanahnya mahal. Inilah kenapa saya perintahkan Pak Menteri agar tanah wakaf harus diselesaikan," ujarnya.

Di samping itu, Jokowi berpesan kepada masyarakat sekarang banyak fitnah, hoaks, kabar bohong menjelang tahun politik yang kurang lebih 40 haru lagi.

"Saya titip pesan agar utamanya para ulama, para kiai, para tokoh-tokoh yang ada di kampung, desa bisa meluruskan, jangan sampai masyarakat ini resah gara-gara urusan namanya hoaks, kabar fitnah, kabar bohong," jelas dia.

Menurut dia, sekarang bukan hanya lewat media sosial tapi sudah dari pintu ke pintu. Misalnya, ada yang menuding katanya nanti pemerintah melarang azan. Padahal, tidak ada seperti itu.

"Coba saya tanya siapa yang berani melarang azan, ada tidak? Negara kita ini negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, kok azan dilarang logikanya kan tidak masuk. Tapi dibawah yang percaya isu itu 9 juta," katanya.

Bukan hanya itu, Jokowi mengatakan ada juga fitnah kabar dari pintu ke pintu bahwa pemerintah akan melegalkan kawin sejenis. Tentu, ini sangat tidak masuk akal.

"Negara kita ini negara berpenduduk muslim terbesar di dunia dengan norma-norma agama yang kita anut ini sangat sesuai dengan syariah, sangat ketat sekali. Kita juga memiliki nilai tata krama, etika nilai budaya, logikanya tidak masuk lagi," tandasnya. [adc]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA