Menkum HAM Jelaskan Proses Pembebasan Siti Aisyah

MY
Oleh Muhammad Yusuf Agam
Senin 11 Maret 2019
share
(Foto: Istimewa)


INILAHCOM, Jakarta - Siti Aisyah terdakwa kasus pembunuhan Kim Jong-Nam dibebaskan dari semua dakwaan oleh jaksa. Kementerian Hukum dan HAM menyebut pembebasan Siti Aisyah karena Indonesia telah melobi Jaksa Malaysia.

"Pembebasan ini didasari oleh permintaan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) kepada Jaksa Agung Malaysia," ujar Dirjen Administrasi Hukum Umum Kemenkum HAM Cahyo Rahadian Muzhar dalam keterangannya, Senin (11/3/2019).

Lewat lobi-lobi itu, akhirnya Jaksa memutuskan untuk menggunakan wewenangnya berdasarkan Pasal 254 Kitab Hukum Acara Pidana Malaysia, yaitu untuk tidak melanjutkan penuntutan terhadap kasus Siti Aisyah (nolle prosequi).

Cahyo menjelaskan alasan Kemenkum HAM melobi Jaksa Malaysia. Menurutnya, Siti Aisyah melakukan hal itu semata-mata untuk kepentingan acara reality showsehingga Siti Aisyah tidak pernah memiliki niat untuk membunuh Kim Jong-nam.

"Siti Aisyah tidak menyadari bahwa telah diperalat oleh Intelejen Korea Utara. Dan terakhir Siti Aisyah sama sekali tidak mendapatkan keuntungan dari apa yang dilakukannya," kata Cahyo.

Pertemuan membahas pengajuan pembebasanSiti Aisyah dilakukan Presiden Jokowi dengan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad pada 29 Juni 2018 di Bogor dan pertemuan Menkum HAM dengan Perdana Menteri Malaysia pada 29 Agustus 2018 di Putrajaya, Malaysia.

Dalam pembebasan ini, KBRI di Kuala Lumpur dan kantor Pengacara Gooi Azura serta Ketua Masyarakat Diaspora Indonesia cabang Malaysia disebut memiliki peran aktif dan sangat penting.

"Keberhasilan pembebasan Siti Aisyah merupakan komitmen Presiden Joko Widodo untuk memastikan kehadiran negara guna melindungi dan membantu setiap warga negara Indonesia yang menghadapi permasalahan di luar negeri," jelas Cahyo. [rok]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA