BKPM Andalkan Ekonomi Digital Jaga Laju Investasi

MF
Oleh M Fadil Djailani
Selasa 12 Maret 2019
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Trikasih Lembong menyampaikan ekonomi digital merupakan salah satu sektor yang menyelamatkan laju investasi asing.

Pesatnya perkembangan ekonomi digital di beberapa sektor mengubah pola usaha dari offline menjadi online dan mengalami pertumbuhan sangat signifikan.

"Tahun lalu, laju global FDI turun di kisaran 20%, akhir tahun ini hingga awal tahun ini kita sudah melihat investasi mulai kenceng lagi. Terima kasih atas kerja keras Menkominfo, ekonomi digital kita tumbuh dengan sangat pesat," kata Tom Lembong sapaan akrabnya dalam acara Regional Investment Forum 2019 di Tangerang Selatan, Selasa (11/3/2019).

Tom menyebutkan bahwa salah satu sektor yang sangat terbantu dengan maraknya ekonomi digital adalah sektor pariwisata. Pariwisata menjadi salah satu mesin bagi penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi. "Satu di antara lima pekerjaan baru tercipta dari sektor pariwisata," katanya.

Sementara Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara menambahkan investasi yang masuk dari pariwisata saat ini tidak hanya hotel dan restoran. "Air B & B itu merupakan salah satu dampak dari ekonomi digital yang semakin memudahkan investasi di sektor pariwisata," paparnya.

Sementara Deputi Gubernur Bank Indonesia, Soegeng menambahkan pendekatan yang ditempuh BI dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital adalah menjaga keseimbangan antara upaya menggali inovasi dan menjaga stabilitas.

"Dalam upaya menggali inovasi, BI akan mendorong promosi inovasi dalam ekonomi digital, menyediakan ekosistem yang mendukung pengembangan ekonomi digital, dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui ekonomi digital," lanjutnya.

Soegeng menilai bahwa dalam menjaga stabilitas, BI akan mendorong stabilitas ekonomi tetap terjaga, mencegah tindak Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT), dan mendorong perlindungan konsumen. [hid]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA