Jokowi Imingi KIP Kuliah Luar Negeri, Masuk Akal?

IN
Oleh inilahcom
Senin 18 Maret 2019
share
Presiden Joko Widodo - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo yang menjadi calon presiden (capres) petahanan, melontarkan gagasan KIP Kuliah. Bagaimana kira-kira implementasinya? Jangan-jangan cuman janji seperti 2014.

Peneliti dari Institute for Development of Economic and Finance (Indef), Esther Sri Astuti mempersoalkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Meski bagus, dananya dari mana muasalnya?

Menurut Esa, sapaan akrab Esther Sri Astuti, skema pendanaan KIP Kuliah harus dipikirkan secara matang. Paling tidak ada dua opsi yakni subsidi, atau student loan debt (utang).

Apabila pemerintah memilih skema subsidi dikhawatirkan bisa menganggu APBN. lantaran dana yang dibutuhkan jelas tidaklah sedikit. Sementara keuangan negara tidak longar-longgar amat.

Selain itu, Esa meyakini, skema subsidi belum tentu cocok. lantaran mahasiswa penerima subsidi belum tentu bisa memberikan kinerja sesuai harapan. Bisa jadi malah menimbulkan kemalasan bagi mahasiswa tersebut. "Sebab, mereka tidak ada beban untuk mengembalikan," tuturnya di jakarta, Minggu (17/3/2019).

Dalam hal ini, dirinya lebih cenderung dengan implementasi KIP Kuliah berskema student loan debt. Mau tak mau, mahasiswa dituntut untuk cepat lulus dengan nilai memuasakan. Agar bisa cepat mencari kerja dan tidak semakin menebal utangnya. "KIP Kuliah ini sudah diterapkan di beberapa negara seperti Korea, Cina, Amerika dan sejumlah negara Eropa," kata dia.

Namun demikian, Esa sangat mendukung gagasan ini. Suka atau tidak suka, kualitas SDM di Indonesia perlu perbaikan. Saat ini, tenaga kerja di tanah air masih didominasi lulusan SD dan SLTA. "Ke depan harus ditingkatkan dari SLTA ke diploma, atau kalau bisa sarjana-lah," paparnya.

Sebelumnya, capres nomor urut 01, Jokowi berjanji akan meleorkan KIP Kuliah jika terpilih kembali. Tak tanggung-tanggung, Jokowi menjanjikan bahwa KIP Kuliah ini tak hanya berlaku untuk kuliaah di dalam negeri saja. Bagi yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi ke luar negeri bisa memanfaatkan kartu ini. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA