Basarnas Butuhkan Alat Berat Atasi Banjir Sentani

AH
Oleh Anton Hartono
Selasa 19 Maret 2019
share
Kepala Basarnas Bagus Puruhito - (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kepala Basarnas Bagus Puruhito mengaku pihaknya membutuhkan alat berat untuk mengatasi material banjir yang tersisa akibat banjir bandang di Sentani, Jayapura, Papua.

"Kami membutuhkan peralatan berat (ekskavator) untuk evakuasi dan pencarian korban" ujarnya, Selasa (19/3/2019).

Sementara itu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 350 unit rumah mengalami rusak berat karena terjangan banjir bandang pada Sabtu (16/3/2019) malam lalu.

Tak hanya itu, banjir bandang juga merusak tiga jembatan serta sejumlah fasilitas umum yang ada. Hal ini dikatakan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

"Tiga jembatan rusak berat, 8 unit drainase rusak berat, 4 jalan rusak berat, 2 unit gereja rusak berat, 1 unit masjid rusak berat, 8 unit sekolah rusak berat, 104 unit ruko rusak berat dan 1 unit pasar rusak berat," terangnya.

Bahkan hingga kini banjir serta lumpur masih tersisa di pemukiman warga. Sehingga ribuan warga terpaksa mengungsi di sejumlah lokasi yang dianggap aman dari banjir.

Diketahui, hingga saat ini korban tewas banjir bandang Sentani mencapai 89 orang dan 159 orang mengalami luka-luka. Untuk korban luka terdiri dari 84 orang luka berat dan 75 orang luka ringan.

Para korban luka dilakukan perawatan di sejumlah rumah sakit diantaranya RS Bhayangkara Papua, RS Yowari, Puskesmas Sentani Kota, RS Marthen Indey.

Sebelumnya, banjir bandang di Sentani menerjang 4 kelurahan di Distrik Sentani, yaitu Kelurahan Hinekombe, Dobonsolo, Sentani Kota dan Doyo Baru. Pada Sabtu malam (16/3/2019) lalu dengan membawa material lumpur, pasir, batu dan pohon. Hingga kini korban bencana masih berada di pengungsian. [ton]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA