Direktur Hutama Karya Diperiksa KPK

IS
Oleh Ivan Sethyadi
Senin 15 April 2019
share
Juru Bicara KPK Febri Diansyah - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Direktur PT Hutama Karya IR Koentjoro, Senin (15/4/2019) hari ini.

Koentjoro akan diperiksa dalam kasus korupsi Sistem Penyediaan Air Minum tahun 2017-2018 di Kementerian PUPR.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ARE (Anggiat Partunggul Nahot Simaremare, Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis/Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan saat dikonfirmasi.

Selain memeriksa Koentjoro, KPK mengagendakan pemeriksaan terhadap PPK Proyek IKK Krayan Kaltara Irfan, PPK Sewon, Bantul, Yogyakarta bernama Nurul, Febi Festia selaku wiraswasta, Anton Fatoni selaku pegawai, dan Hendrianto Panji, Direktur PT Rapi Tirta Treatmindo. Seluruh saksi dipanggil untuk tersangka ARE.

Hingga saat ini, KPK baru menetapkan 8 orang tersangka. Kedelapan tersangka merupakan hasil operasi tangkap tangan lantaran diduga 4 orang pejabat KemenPUPR menerima suap dari perwakilan PT WKE dan PT TSP.

Empat di antaranya diduga sebagai penerima suap, antara lain Anggiat Partunggul Nahot Simaremare, Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis/Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung; Meina Woro Kustinah, PPK SPAM Katulampa; Teuku Moch Nazar, Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat; dan Donny Sofyan Arifin, PPK SPAM Toba 1.

Sementara itu, 4 orang yang diduga sebagai pemberi, antara lain Budi Suharto, Direktur Utama PT WKE; Lily Sundarsih, Direktur PT WKE; Irene Irma, Direktur PT Tashida Sejahtera Perkasa (PT TSP); dan Yuliana Enganita Dibyo, Direktur PT TSP.

Dalam penanganan perkara korupsi SPAM, KPK menyita uang miliaran rupiah dalam berbagai pecahan mata uang asing dari 75 pejabat di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Uang tersebut disita lantaran diduga sebagai ppenerimaa para Pejabat di Kementerian PUPR dalam rupiah dan berbagai bentuk mata uang asing.

Adapun rincian yang yang disita KPK terdiri atas Rp 33.466.729.500, 481.600 dollar Amerika Serikat, 305.312 dollar Singapura, 20.500 dollar Australia, 147.240 dollar Hongkong, 30.825 Euro, 4000, Poundsterling, 345.712 Ringgit Malaysia, 85.100 Yuan Cina, 6.775.000 Won Korea, 158.470 Baht Thailand, 901.000 Yen Jepang, 38.000.000 Dong Vietnam, dan 1.800 Shekel Israel. Uang tersebut diperoleh dari sekitar 75 pejabat di lingkungan KemenPUPR. [rok]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA