Ratna Sarumpaet Sebut Pendapat Ahli Bahasa Ngawur

MY
Oleh Muhammad Yusuf Agam
Kamis 25 April 2019
share
(inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Terdakwa hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet menyebut Dr Wahyu Wibowo, ahli bahasa yang dihadirkan Jaksa sebagai saksi ngawur. Ratna tak sependapat dengan pendapat dari Dr Wahyu.

"Kalau yang bahasa agak ngawur. Saya malah ragu dia ahli bahasa apa bukan, karena dia selalu berputar-putar dari konteks. Dia bahkan mengabaikan kamus besar. Kamus besar itu kan memang beda banget," kata Ratna Sarumpaet kepada wartawan di PN Jaksel, Kamis (25/4/2019).

Dalam persidangan, Dr Wahyu memaparkan soal makna dari keonaran. Dakwaan keonaran sendiri dialamatkan kepada Ratna Sarumpaet karena berbohong soal penganiayaan yang dialami.

"Keonaran dari kata onar. Onar dari fakta kamus adalah keributan. Dalam konteks tersebut, keributan tak harus secara fisik. Keonaran itu bisa saja buat orang bertanya-tanya, buat orang gaduh dalam konteks filsafat bahasa," kata Wahyu.

Ratna Sarumpaet didakwa membuat keonaran dengan menyebarkan kabar hoax penganiayaan. Ratna disebut sengaja membuat kegaduhan lewat cerita dan foto-foto wajah yang lebam dan bengkak yang diklaim akibat penganiayaan.

Ratna Sarumpaet didakwa dengan Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 28 UU No 19 Tahun 2016 tentang ITE. [rok]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA