Pemerintah Incar Tanki KKKS untuk Simpan FAME B20

IH
Oleh Indra Hendriana
Rabu 22 Mei 2019
share
Kepala Badan Litbang Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah terus mengkaji penyediaan sarana prasarana dan ongkos angkut B20, agar semakin efektif. Sampai saat ini, ongkos angkutnya masih sangat mahal.

"Salah satu perhatian pemerintah adalah ketersediaan sarana prasarana di titik-titik pencampuran B20 yang masih belum optimal, juga ongkos angkut FAME menuju beberapa titik pencampuran yang masih cukup tinggi," kata Kepala Badan Litbang Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana dikutip Selasa (21/5/2019).

Dia mencontohkan, Refinery Unit (RU) V Balikpapan milik PT Pertamina (Persero) misalnya, telah menggunakan metode Ship To Ship (STS) untuk menekan ongkos angkut FAME. Namun, hasil evaluasi penggunaan STS masih menunjukkan biaya operasional yang relatif tinggi.

"Solusi yang diperkirakan dapat menekan biaya operasional STS, salah satunya dengan memanfaatkan tangki-tangki minyak Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang idle dan terjangkau jaraknya dengan RU V Balikpapan," kata Dadan.

Untuk mengetahui potensi tangki-tangki milik KKKS yang bisa dimanfaatkan untuk penyimpanan FAME, Pulitbangtek Minyak dan Gas Bumi (PPPTMGB LEMIGAS) Badan Litbang ESDM telah melakukan Focus Group Discussion (FGD) Kajian Kelayakan Investasi Tanki FAME, Sarana Prasarana, Pipa dan Pencampuran di 10 Titik Pencampuran, beberapa waktu lalu. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA