BEI Hentikan Sementara Transaksi Saham PTHDT

MF
Oleh M Fadil Djailani
Rabu 29 Mei 2019
share
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (Suspend) perdagangan efek PT Panasia Indo Resources Tbk (HDTX) mulai sesi I perdagangan tangal 29 Mei 2019 di seluruh pasar.

Kepala Divisi Penilaian Perusahaan BEI, Goklas Tambunan menyampaikan, keputusan tersebut diambil setelah mencermati laporan keuangan HDTX kuartal I 2019. "Perlu diketahui, laporan keuangan triwulan I perseroan tidak menbukukan pendapatan," tulis Goklas dalam keterangan resmi BEI, Rabu (29/5/2019).

Ia menjelaskan, status suspend ini berlaku hingga pengumuman bursa selanjutnya. Sedangkan kepada pihak yang berkepentingan diharapkan untuk memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh HDTX.

Dengan demikian, HDTX menambah deretan emiten-emiten yang terganggu kelangsungan usahanya.

Dalam catatan, saham-saham yang telah dihentikan sementara perdagangannya, adalah; PT Borneo Lumbung Energi Tbk (BORN) , PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP), PT Kyoei Steel Works Tbk (JKSW), dan PT Triwira Insanlestari Tbk (TRIL) karena tidak membukukan pendapatan.

Selain itu, BEI juga men-suspend PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI) karena kegiatan produksi emiten kertas itu terhenti.

PT Panasia Indo Resources Tbk (dahulu Panasia Indosyntec Tbk) (HDTX) didirikan tanggal 06 April 1973 dan mulai beroperasi secara komersil pada tahun 1974.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Panasia Indo Resources Tbk (30/10/2015), antara lain: Lucky Height Resources Limited (27,77%), Gold Gazelle Profits Corp. (19,63%), PT Panasia Synthetic Abadi (14,38%), Ortega Management Limited (10,05%), Mercury Capital International Inc (9,72%) dan Prime Invesco Limited (9,49%). Saha publik sebesar 5,8%.

Ruang lingkup kegiatan HDTX meliputi usaha dalam bidang proses bahan baku serat (polimerisasi), twisting, pemintalan, pertenunan, industri tekstil, pertambangan, energi dan perdagangan umum.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA