PT Freeport Ajukan Penambahan Kuota Ekspor

IH
Oleh Indra Hendriana
Rabu 12 Juni 2019
share
(Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Perusahaam tambang di Papua, PT Freeport Indonesia sedang menyiapkan penambahan kuota ekspor mineral tembaga olahan (konsetrat tembaga). Jadi potensi kuota tambahan itu sebanyak 40.000 ton.

Namun, angka penambahan ini belum pasti. Sebab Freeport masih menghitung jumlah penambahan. Adapun pada tahun ini volume ekspor perusahaan tersebut sebanyak 198.282 ton.

Juru Bicara Freeport Indonesia, Riza Pratama mengatakan penambahan kuota ekspor disesuaikan dengan produksi bijih tembaga. Dimana produksi bijih tembaga sedang menyusut akibat perpindahan lokasi kegiatan penambangan dari tambang terbuka (open pit) menjadi bawa tanah.

"Ya kan tergantung produksi kita, kan memang ada penurunan produksi," kata Riza, di Kantor Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Menurut Riza, PT Indonesia Alumunium (Inalum) selaku sub holding sedang mempersiapkan penambahan kuota. Nah untuk proses administrasinya dengan diajukan. "Lagi disiapkan (terkait jumlah kuotanya). Lagi diajukan," kata dia.

Dalam kesempatan ini dia mengatakan, Freeport Indonesia yakin mampu mengejar target produksi pada tahun 2019 ini sebanyak 1,2 just ton. "Insya Allah sesuai target," tegasnya.

Ekspor konsentrat dari PT Freeport menjadi salah satu pasokan konsentrat terbesar bagi negara-negara industri seperti China, Jepang dan Korea Selatan.

Pada 2019, PTFI mendapatkan jatah produksi sebesar 1,2 juta ton konsentrat. Hasil produksi tersebut digunakan perusahaan untuk memenuhi kapasitas smelter dalam negeri. Sedangkan sisanya untuk pasar ekspor. [hid]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA