Begini Penjelasan BEI Soal Delisting Saham SIAP

MF
Oleh M Fadil Djailani
Sabtu 15 Juni 2019
share
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya buka suara mengenai keputusan delisting saham PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP). Apa yang gawat?

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, keputusan itu sudah diambil sesuai dengan prosedur.

"Bursa telah melakukan suspensi saham Perseroan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai sejak tanggal 9 November 2015. Dengan demikian hingga saat ini (31Mei 2019), efek Perseroan telah disuspensi di Pasar Reguler dan Tunai selama 44 bulan," kata Nyoman saat memberikan penjelasan terkait delisting saham SIAP di Jakarta, Sabtu (15/6/2019).

Lebih rinci Nyoman menjelaskan bahwa kegiatan usaha utama Perseroan yaitu penambangan batu bara yang dilakukan oleh IWBMC selaku Entitas Anak, sampai dengan saat ini kegiatan penambangan batu bara belum mulai berproduksi.

"Rencana produksi batu bara mengalami penundaan sejak April 2015 sampai dengan saat ini. Bursa telah memberikan kesempatan kepada Perseroan untuk menunjukkan keseriusan Perseroan memulai produksi batu bara. Namun sampai dengan saat ini belum terealisasi sehubungan dengan kendala-kendala yang dihadapi Perseroan," ucapnya.

Maka dari itu, kondisi tersebut memenuhi ketentuan kriteria delisting berdasarkan ketentuan III.3.1 Peraturan Bursa No. I-I tentang Penghapusan Pencatatan (Delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting) Saham di Bursa dengan sebagai berikut;

(a) Mengalami kondisi, atau peristiwa yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha Perusahaan Tercatat, baik secara finansial atau secara hukum, atau terhadap kelangsungan status Perusahaan Tercatat sebagai Perusahaan Terbuka, dan Perusahaan Tercatat tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai;

(b) Saham Perusahaan Tercatat yang akibat suspensi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, hanya diperdagangkan di Pasar Negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 bulan terakhir. [ipe]


# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA