Ini Alasan 10 Anggota Brimob Aniaya Warga Sipil

MY
Oleh Muhammad Yusuf Agam
Jumat 05 Juli 2019
share
(Foto: inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)

INILAHCOM, Jakarta - Polri mengatakan 10 anggota Brimob Nusantara yang terlibat dalam penganiayaan terhadap warga sipil, Andri Bibin di Kampung Bali, Tanah Abang saat kerusuhan 21-22 Mei dipicu oleh komandannya dilempari panah. 10 anggota itu marah dan menganiaya Andri Bibir.

"Kejadian yang di Kampung Bali ini berawal tindakan spontanitas dilakukan oleh anggota Polri yang dari Polda yang di-BKO ke Polda Metro Jaya. Brimob Nusantara yang di Polda Metro Jaya melakukan tindakan secara spontan dipicu dari yang ada komandan kompinya dipanah, yang terkena panah beracun," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (5/7/2019).

Dedi mengklaim aksi main hakim sendiri dari anggota Brimob itu spontanitas. Sebab, anak panah menancap di salah satu komandan kompi anggota brimob saat kerusuhan terjadi.

"Namun, karena yang bersangkutan menggunakan body face, meleset. Tapi panah tersebut sempat menancap di pelipisnya," ujarnya.

"Melihat komandannya diserang oleh para perusuh dengan menggunakan panah beracun, maka secara spontan anggotanya melakukan pencarian siapa yang melakukan tindakan tersebut. Pelakunya antara lain adalah Andri Bibir dan Saudara Marcus. Marcus kondisinya sudah mulai stabil, saat ini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara," imbuhnya.

Polri sebelumnya mengakui adanya anggota yang melakukan pelanggaran dengan menganiaya warga sipil saat kerusuhan pecah 21-22 Mei di sekitar kawasan Bawaslu. Anggota yang terlibat penganiayaan akan ditindak

"Sudah ditemukan yang bersangkutan sudah diperiksa, perintah pimpinan untuk tetap ditindak sesuai ketentuan yang berlaku," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Kamis (3/7/2019). [ton]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA