Yusril Siapkan Penangguhan Penahanan Habil Marati

HK
Oleh Happy Karundeng
Rabu 10 Juli 2019
share
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pengacara Yusril Ihza Mahendra diminta jadi kuasa hukum Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Habil Marati yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan perencanaan pembunuhan empat tokoh nasional dan seorang pimpinan lembaga survei.

"Baru sekarang ini saya dihubungi oleh beliau melalui seseorang dan saya mau komunikasi langsung dengan Pak Habil hari ini," katanya di Mapolda Metro Jaya, Rabu (10/7/2019).

Ia mengatakan, sebagai langkah hukum awal pasca menjadi kuasa hukum, Yusril sudah mempersiapkan berkas penangguhan penahanan. Surat permohonan akan diserahkan pada pekan ini.

"Kami sudah mendiskusikan kemungkinan Pak Habil ditangguhkan penahanannya," ungkapnya.

Ia menjelaskan, salah satu alasan surat penangguhan penahanan akan diajukan adalah karena kondisi kesehatan Habil. Menurutnya selama dalam tahanan, kondisi kesehatan kliennya memburuk. Penangguhan akan dijamin oleh keluarga Habil.

"Mudah-mudahan dalam pekan depan sudah ada titik terangnya," katanya

Sementara itu, Habil Marati menyatakan dia mempercayakan kasusnya pada Yusril karena telah menunjuknya jadi kuasa hukum. Dia mengaku sudah membeberkan seluruhnya pada Yusril.

"Semua persoalan yang terjadi dan sedang bergulir dalam pemeriksaan, saya mengucapkan terimakasih kepada teman-teman Polda yang telah memperlakukan saya dengan baik saya, hal-hal yang positif oleh karena itu saat ini saya telah menyerahkan sepenuhnya dan saya telah membuka semua kepada pengacara saya Yusril Ihza Mahendra," ujarnya.

Sebelumnya, AKBP Ade Ari menjelaskan Habil Marati diduga memberikan uang Rp60 juta kepada tersangka HK alias I untuk operasional dan kegiatan unjuk rasa. Dia kemudian kembali memberi bantuan dana operasional yang nilainya mencapai 15.000 Dollar Singapura.

"Dari fakta-fakta penyidikan berdasarkan keterangan saksi dan dikuatkan dengan petunjuk, penyesuaian antara saksi dan barang bukti, mereka ini bermufakat melakukan kejahatan pembunuhan berencana terhadap 4 tokoh nasional dan satu direktur Charta Politika, lembaga survei. Kemudian ditetapkan saudara KZ dan saudara HM sebagai tersangka," paparnya. [adc]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA