Rakyat AS Terpecah Soal Hukuman Mati

IN
Oleh inilahcom
Senin 29 Juli 2019
share
(Foto: AP Photo)

INILAHCOM, Washington DC--Dukungan publik bagi hukuman mati federal AS berkurang dalam beberapa tahun belakangan dan semakin banyak negara bagian yang menghapuskannya, menyusul pengumuman Departemen Kehakiman Kamis pekan lalu untuk memberlakukan kembali eksekusi setelah dihentikan selama 16 tahun.

Meskipun hukuman mati masih didukung sebagian besar warga AS, tingkat dukungan bagi hukuman itu berkurang ke bawah tingkat ketika eksekusi federal terakhir terjadi pada 2003.

Menurut jajak pendapat Gallup 2018, 56 persen warga AS memilih hukuman mati bagi terpidana kasus pembunuhan. Angka itu berkurang dari 70 persen pada 2003, ketika veteran Perang Teluk Louis Jones Jr. dieksekusi karena membunuh seorang tentara.

Dukungan telah berkurang sebagian karena bukti DNA telah membebaskan puluhan narapidana hukuman mati dalam beberapa tahun belakangan dan beberapa eksekusi oleh negara bagian memperlihatkan kejinya hukuman mati.

Dalam perdebatan puluhan tahun di AS, para pendukung hukuman mati mengatakan hukuman itu bisa mencegah kejahatan, menyelamatkan nyawa dan memberikan keadilan bagi para korban. Sedangkan mereka yang menentang menyebut praktik itu tidak manusiawi, diberlakukan secara tidak adil, diskriminatif terhadap ras minoritas dan berisiko mengeksekusi orang tak bersalah. [voa/lat]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA