KPK: Bangkrutnya Merpati Jangan Terjadi di Garuda

IS
Oleh Ivan Setyadhi
Kamis 08 Agustus 2019
share
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua Komisi KPK Laode M Syarif mengaku kecewa dengan praktek korupsi yang dilakukan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar.

Selain Emir, KPK baru saja menetapkan Hadinoto Soedigno (HDS), Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada PT. Garuda Indonesia sebagai tersangka suap pengadaan mesin pesawat.

"Ditambah lagi, kasus ini diduga berskala internasional. PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk adalah satu-satunya maskapai milik negara yang seharusnya, para penyelenggara negara di dalamnya mengutamakan negara, bukan malah memperkaya diri sendiri," kata Syarif di Markas KPK, Rabu (7/8/2019).

"Cerita lama seperti Merpati harus gulung tikar, jangan sampai terjadi pada Garuda Indonesia," sambungnya.

KPK kata Syarif, berharap tidak ada lagi penyelenggara negara di perusahaan negara yang malah merugikan negara dengan melakukan praktik-praktik korupsi.

KPK menetapkan mantan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar dan pendiri PT Mugi Rekso Abadi (MRA) sekaligus Beneficial Owner Connaught International Pte.ltd Soetikno Soedarjo sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Diperkara suap, Hadinoto jadi tersangka baru.

Penetapan tiga tersangka ini merupakan pengembangan kasus dugaan suap pengadaan pesawat Airbus dan mesin pesawat Rolls-Royce di PT Garuda Indonesia (Persero) periode 2004-2015. [adc]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA