Negara Perlu Bimbing Enzo Lewat Deradikalisasi

AF
Oleh Ahmad Farhan Faris
Selasa 13 Agustus 2019
share
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon meminta kepada pemerintah tidak saling melempar kesalahan terkait kasus taruna akademi militer (Akmil) keturunan Prancis bernama Enzo Zenz Allie. Menurut dia, lebih baik pemerintah segera buat keputusan.

"Rapat bareng ajalah kalian, buat keputusan segera agar tidak terus jadi polemik begini. Kasihan juga anak itu dan ibunya," kata Jansen lewat twitternya yang dikutip Senin (12/8/2019).

Ia mengatakan pemerintah kan memiliki program deradikalisasi, alangkah baiknya mengirim utusan untuk melakukan bimbingan kepada Enzo apabila memang terbukti terpapar paham radikal.

"Kan ada program deradikalisasi. Negara kirimkan saja orang terbaik jika mereka dianggap masuk kategori itu. Bimbing dan tuntun," ujarnya.

Sebelumnya viral di media sosial foto Enzo sedang memegang bendera bertuliskan kalimat tauhid. Bendera itu identik dengan HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) yang sudah dibubarkan oleh pemerintah.

Sementara Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko meminta Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto agar lebih waspada dalam proses seleksi calon taruna akademi militer (Akmil).

Pernyataan Moeldoko berkaitan dengan kabar taruna Akmil keturunan Prancis bernama Enzo Zenz Allie yang diduga merupakan simpatisan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Menurut dia, kemungkinan besar akan dilakukan pemeriksaan ulang terhadap Enzo meski sudah lulus mengikuti pendidikan.

"Saya belum koordinasi lagi sama Panglima TNI. Saya akan sampaikan ke Panglima agar diwaspadai lagi," kata Moeldoko.[ris]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA