RAPBN 2020 Dikuras Tiga Kementerian Ini

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 17 Agustus 2019
share
RAPBN 2020 - (Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Ada tiga kementerian yang mendapat jatah anggaran super jumbo dalam RAPBN 2020. Kementerian apa saja yang beruntung?

Ketiganya adalah Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Di mana, Kemenhan yang bertanggung jawab pada pertahanan negara diberikan alokasi anggaran terbesar yakni Rp127,4 triliun. Naik 16,2% dibanding proyeksi anggaran tahun ini, sebesar Rp109,6 triliun. Sedangkan, anggaran Kementerian PUPR dialokasikan sebesar Rp120,2 triliun, dan Kepolisian RI menyusul Rp90,3 triliun.

Dalam jumpa pers tentang RAPBN 2020 dan Nota Keuangannya di Jakarta, Jumat (16/8/2019), Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, alokasi anggaran untuk Polri, juga terkait kebutuhan pengamanan pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak pada 2020. "Kementerian yang dapat anggaran terbesar Kemenhan naik signifikan dibanding 2019. PUPR juga meningkat signifikan. Polri juga karena mereka pengamanan pilkada tahun depan," ujar dia.

Sementara itu, pagu lembaga sektor infrastruktur seperti Kementerian PUPR juga besar karena pemerintah menaikkan anggaran infrastruktur sebesar 4,9% dari Rp399,7 triliun pada 2019, menjadi Rp419,2 triliun pada 2020.

Sri Mulyani mengatakan, anggaran infrastruktur sebagian besar digunakan untuk pembangunan 837 kilometer (km) jalan baru; 238 kilometer jalur kereta api (KA); 6,9 km jembatan baru; dan 49 bendungan baru.

Di luar tiga lembaga tersebut, anggaran tertinggi selanjutnya adalah Kementerian Agama dengan nilai Rp65,1 triliun, kemudian Kementerian Sosial Rp62,8 triliun, Kementerian Kesehatan Rp57,4 triliun, dan Kementerian Perhubungan dengan nilai Rp42,7 triliun.

Menurut Sri Mulyani, kenaikan anggaran juga diberikan kepada Kemensos sebesar 9,7 persen, disebabkan karena peningkatan anggaran bantuan sosial yang digelontorkan pemerintah.

Pada tahun depan, pemerintah akan mengubah bantuan pangan nontunai (BPNT) menjadi kartu sembako berisi bantuan sebesar Rp150 ribu per bulan dengan total anggaran Rp28,1 triliun atau meningkat dibanding anggaran BPNT 2019 sebesar Rp20,4 triliun. Secara keseluruhan, belanja K/L ini termasuk ke dalam rencana belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.670 triliun.[tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA