PLN Dukung Pertumbuhan Industri Kopi Indonesia

IH
Oleh Indra Hendriana
Selasa 20 Agustus 2019
share
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT PLN (Persero) mendukung pertumbuhan industri kopi di dalam negeri. Lewat anak usahanya PT Indonesia Power memberikan pelatihan penanaman kopi di Desa Pengundungan dan Desa Krinjing, Jawa Tengah.

Perusahaan setrum ini pun menjadi salah satu pengisi stand Bali Collection Festival 2019 (BCF 2019) yang menghadirkan Electricity Lifestyle dalam bentuk kopi.

Dukungan PLN kepada Industri kopi ini karena kegiatan yang dilakukan tidak terlepas dari penggunaan listrik. Yakni mulai penanaman sampai kopi diminum atau disajikan.

"Faktanya, hampir 60% energi yang dipergunakan untuk menghasilkan secangkir kopi, terutama terletak pada sisi distribusi, roasting (proses sangrai), dan penyeduhan kopi," kata Ketua Penyelenggara Festival Kopi Pambudi Prasetyo, Senin (19/8/2019).

Dimana mesin roasting beroperasi pada suhu temperatur 550 derajat Fahrenheit. Setiap satu jam menghabiskan sekitar 1 juta BTU (British Thermal Unit). Dari semua proses, penyeduhan kopi yang membutuhkan energi paling besar.

"Secara total energi yang dipergunakan untuk menghasilkan 100 mililiter kopi setara dengan 1,94 megajoules, atau setengah KwH," kata dia.

Berdasarkan data Ditjen Industri Agro Kemenperin, pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan dalam negeri meningkat rata-rata 7 persen per tahun. Pertumbuhan ini didorong oleh bertumbuhnya masyarakat kelas menengah dan perubahan gaya hidup masyarakat.

Indonesia adalah negara penghasil biji kopi terbesar keempat di dunia setelah Brasil, Vietnam dan Kolombia. Ini menjadi potensi pengembangan industri pengolahan kopi di dalam negeri.

Produksi kopi dalam negeri 639.000 ton tahun 2017 atau 8 persen dari produksi kopi dunia dengan komposisi 72,84 persen merupakan kopi jenis robusta dan 27,16 persen kopi jenis arabika. Dengan demikian, maka daya listrik yang dipakai oleh industri besar.[jat]

# TAG
PLN

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA