Tahun Depan Ekspor Nikel Resmi Dihentikan

IH
Oleh Indra Hendriana
Senin 02 September 2019
share
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah resmi memutuskan penghentian ekspor nikel pada awal tahun 2020, tepatnya pada awal bulan Januari. Hal ini mempertimbangkan stok nikel dalam negeri yang menispis.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Gatot mengatakan, stok nikel dalam negeri akan habis dalam waktu delapan tahun lagi. Kata dia, larangan diatur dalam Paraturan Menteri ESDM dan sudah diundangkan di Kementerian Hukum dan Ham.

"Saat ini sudah ditandatangani Peraturan Menteri ESDM, mengenai penghentian ekspor smelter per 31 Desember 2019 artinya Januari 2020 tidak ada lagi," kata Bambang, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (2/9/2019).

Dia merinci, kondisi cadangan nikel yang siap ditambang hampir mencapai 700 juta ton. Nah, semetara berdasarkan catatan kementerian ESDM dengan cadangan tersebut hanya cukup 8 tahun.

"Pertimbangan cadangan nikel saat ini ekspornya besar sekali, memang cadangan terkira 2,8 miliar tapi ini kan harus ada penelitian eksplorasi lebih detail lagi, dengan cadangan tersebut kita berfikir berapa lama kalau seandainya kita terus memberikan izin ekspor," kata dia.

Bambang mengungkapkan, kebijakan tersebut diterapkan juga sudah mempertimbangkan kondisi kontrak ekspor yang dilakukan perusahaan. Dengan batas waktu empat bulan maka ada kesempatan bagi perusahaan melakukan penyesuaian kontrak.

"Masa transisi 4 bulan sehingga harus menyesuaikan semua otomatis yang kotrak kotrak menyesuaikan semua," kata dia.[jat]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA