Ekspor Nikel Dilarang, Bangun Smelter Makin Lancar

IH
Oleh Indra Hendriana
Senin 02 September 2019
share
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - Meski pemerintah melarang ekspor nikel per 1 Januari 2020, agar pembangunan industri pengolahan mineral (smelter) semakin mulus.

Menurut Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot mengatakan, izin pembangunan smelter tetap berlaku. Sehingga pembangunan smelter harus tetap berjalan. "Izin membangun tetap jalan terus," kata Bambang, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (2/9/2019).

Kata dia, evaluasi pembangunan smelter nikel setiap enam bulan tetap berjalan. Selain itu juga masih berlaku denda bagi pembangunan smelter yang tidak sesuai ketentuan yaitu 90 persen dari rencana kerja. "Penilaian selama enam bulan tetap kita lakukan karena sebagai kontrol apakah menepati, karena masih terhubung dengan kebijakan lama denda sebagai macam," ujar dia.

Bambang mengungkapkan, saat ini ada 11 smelter nikel yang telah beroperasi dan 25 smelter yang sedang dalam pembangunan dengan begitu nantinya ada 36 smelter yang beroperasi di Indonesia.

"Walaupun memang ada beberapa yang sekarang tidak berjalan, yaitu karena teknologinya menggunakan blast furnace yang secara keekonomian kurang karena sensitif terhadap bahan baku yang digunakan antara lain kokas," kata dia.[ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA