205 Koper Jemaah Haji Asal Banyuwangi Belum Sampai

IN
Oleh inilahcom
Kamis 05 September 2019
share
(Foto: Beritajatim)

INILAHCOM, Surabaya - Sebanyak 205 koper jemaah masih tergeletak di gudang penyimpanan Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Kamis (5/9/2019).

Semua koper milik jemaah haji kloter 48 yang tertinggal di Medinah lantaran pesawat tak sanggup mengangkut beban berat.

Kepala Bidang Pemberangkatan dan Pemulangan PPIH Debarkasi Surabaya, Sutarno Pertowiyono, menjelaskan, koper akan dikirim Jumat (6/9/2019) pagi. Pengiriman tertunda lantaran Kemenag Jatim harus melakukan proses pengiriman barang sesuai prosedur.

"Jemaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 48 asal Kabupaten Banyuwangi tiba di Debarkasi Surabaya pada Senin (2/9/2019) kemarin pukul 05.30 WIB. Mereka (jemaah haji) tidak membawa koper karena tertinggal di Madinah," jelasnya.

Alasan keterlambatan koper 205 jemaah haji bukan tanpa sebab. Penyebab keterlambatan tersebut dikarenakan adanya faktor cuaca di Arab Saudi yang membuat pesawat Saudi Arabia Airline nomer penerbangan SV 5720 tak mau ambil risiko untuk membawa beban banyak dari para jamaah haji asal Banyuwangi tersebut.

"Karena kondisi cuaca sehingga pihak maskapai mengurangi beban muatan, sehingga kopernya dibawa belakangan," katanya.

Sutarno menuturkan bahwa menurut informasi yang dirinya dapat bahwa cuaca di Saudi saat itu mencapai 50 derajat.

"Itu semata-mata untuk keselamatan jamaah juga, yang tahu itu kan pihak maskapai," imbuhnya.

Koper-koper jamaah tersebut datang di Debarkasi Surabaya pada Rabu (4/9/2019) pukul 09.00 WIB. Namun hingga kamis hari ini koper-koper belum didistribusikan ke kantor Kemenag Banyuwangi dan masih berada di Asrama Haji Debarkasi Surabaya.

"Untuk teknisnya apakah Kemenag Jatim yang mengirimkan ke Banyuwangi atau pihak kantor Kemenag Banyuwangi yang mengirimkan, itu belum dibicarakan, yang jelas besok Jumat (6/9) akan dikirim ke Banyuwangi," terangnya.

Keterlambatan koper jamaah haji tersebut, menurut Sutarno hanya dialami oleh jamaah dari kloter 48 saja dan tidak berimbas pada kloter selanjutnya.

"Keterlambatan ini tidak berimbas pada kloter selanjutnya, ini hanya masalah teknis penerbangan saja, dan Alhamdulillah jamaah di kloter 48 bisa menerima," ungkapnya.

Sutarno juga menegaskan bahwa pengiriman koper jamaah yang terlambat tidak dipungut biaya hingga sampai ke Banyuwangi sehingga para jamaah hanya mengambil saja di kantor Kemenag Banyuwangi.

"Untuk pengambilan koper jamaah bisa mengambil secara gratis tidak dipungut biaya pengiriman, karena ini merupakan tanggung jawab kami selaku penyelenggara ibadah haji, dan kami tegaskan kembali tidak ada pungutan apabila ada pungutan laporkan ke kami," pungkasnya. [beritajatim]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA